Info peluang usaha, Bisnis Rumahan, Modal usaha, bisnis online dan Usaha kecil>


Wawancara Kerja? Jangan Lakukan 8 Hal Ini !

wawancara kerja perusahaan

Wawancara kerja menjadi salah satu moment penting yang harus dipersiapkan secara matang saat akan memasuki pekerjaan baru. Dari wawancara kerja inilah nasip pekerjaan Anda akan ditentukan. Lolos atau tidaknya pekerjaan yang Anda lamar sangat tergantung dari performa saat tes wawancara ini.

Ujian wawancara kerja biasanya dilakukan setelah Anda mengirimkan surat lamaran kerja dan  mendapat respons positif dari perusahaan yang dilamar. Proses wawancara sendiri biasanya dilakukan dengan aktivitas tanya-jawab, hal ini dilakukan oleh pewawancara untuk bisa memperoleh data-data tambahan sehingga dapat meyakinkan perusahaan.

Ada banyak hal yang harus dihindari saat melakukan wawancara, beberapa hal tersebut diantaranya adalah :

1. Datang terlambat

Budaya “Jam Karet” yang selama ini masih mewabah di masyarakat memang harus segera dihentikan, setidaknya bisa dimulai dari diri sendiri. Perilaku “molor” ini sangat tidak baik untuk iklim kerja di hampir semua bidang usaha.

Terkait dengan tes wawancara kerja, usahakan bisa datang tepat waktu, lebih baik lagi bisa datang 30 menit sebelum jam yang ditentukan. Bagi sebagian besar perusahaan, keterlambatan merupakan satu hal yang tidak termaafkan saat hari-H wawancara. Profesionalitas Anda akan diuji saat mulai proses rekrutmen.

2. Salah kostum

Ketika Anda sudah mendapat panggilan wawancara kerja, patuhi persyaratan dari perusahaan tentang pakaian yang harus dikenakan. Jika tidak ada persyaratan khusus, maka pilihlah pakaian yang rapi dan nyaman dipakai sehingga saat wawancara berlangsung tidak terganggu. Pakaian yang terlalu kecil dan kesempitan maupun kebesaran bisa membuat perasaan tidak percaya diri dan akhirnya bisa mendapatkan nilai minus saat wawancara berlangsung.

3. Tidak tahu tentang perusahaan yang dilamar

Sebeum Anda melamar pekerjaan, akan lebih baik jika Anda mempelajari tentang seluk-beluk perusahaan dan jenis pekerjaan yang akan dilamar. Mencari lebih tahu mengenai pekerjaan apa yang Anda lamar, bagaimana visi misi perusahaan, dan bagaimana keahlian yang Anda miliki dapat berguna untuk perusahaan merupakan hal-hal mendasar yang perlu Anda ketahui saat mengikuti wawancara kerja.

Jangan berharap perusahaan akan merekrut Anda jika Anda sama sekali tidak mengerti bisnis yang dijalankan perusahaan. Berlatihlah mengemukakan alasan mengapa Anda tertarik bekerja di perusahaan tersebut dan menjelaskan kemampuan Anda yang menunjang.

Ada pula beberapa perusahaan yang sedikit memberikan bocoran mengenai siapa yang akan mewawancara Anda. Jika hal ini terjadi, cari tahulah melalui situs LinkedIn mengenai sang pewawancara, bagaimana pekerjaan yang Anda lamar terhubung dengan pewawancara, sehingga anda lebih ‘nyambung’ saat diajak berbicara dengan pewawancara.

4. Tidak memiliki niat yang kuat atas pekerjaan yang dilamar

Saat wawancara berlangsung, tentunya Anda perlu menunjukkan ketertarikan terhadap pekerjaan yang sedang dibuka lowongannya oleh perusahaan. Namun, beberapa orang menunjukkan ketertarikan berlebihan saat proses wawancara. Seperti membahas pekerjaan selanjutnya yang diinginkan jika sudah diterima di perusahaan.

Singkatnya, pewawancara menginginkan seseorang untuk mengisi suatu posisi, bukan posisi lainnya. Jadi jelaskan mengapa Anda cocok untuk posisi tersebut, bukan ketertarikan pada posisi yang lebih tinggi, misalnya.

Ketertarikan penting, namun tidak untuk yang terlalu jauh. Pewawancara juga tidak akan lebih terkesan dengan Anda yang menghabiskan seluruh waktu wawancara membicarakan mengenai ketertarikan Anda.

Jika Anda memang tidak terlalu tertarik dengan pekerjaan yang ditawarkan, jangan buang waktu Anda untuk datang ke tempat wawancara.

5. Curhat tentang keburukan perusahaan sebelumnya

Mengeluhkan bos di tempat Anda bekerja sebelumnya juga dapat menjadi salah satu faktor yang membuat Anda gagal saat wawancara kerja. Jangan sekali-kali berbicara buruk mengenai perangai bos di perusahaan sebelumnya.

Misalkan, bos Anda di tempat sebelumnya melarang para karyawannya untuk makan selama berlangsungnya perjalanan bisnis. Walaupun jika mengobrol dengan teman dekat Anda sering menjadikan hal ini bahan lelucon, namun di hadapan para pewawancara hal ini dinilai sebagai tindakan menjelek-jelekkan orang lain.

Pewawancara juga mungkin berpendapat bahwa sebenarnya perusahaan tempat Anda bekerja sebetulnya cukup baik dalam memberdayakan para karyawannya, Anda saja yang kurang cocok bekerja dengan iklim perusahaan sehingga berbicara buruk mengenai perusahaan tersebut.

6. Pertanyaan Yang Salah

Di akhir wawancara, biasanya pewawancara akan menanyakan apakah ada hal yang ingin Anda tanyakan. Berhati-hatilah, karena ini bisa jadi salah satu penyebab mengapa Anda gagal saat wawancara kerja.

Jika di awal wawancara Anda menjelaskan alasan resign dari perusahaan sebelumnya adalah karena menginginkan pengalaman manajemen yang lebih baik, namun di akhir wawancara Anda bertanya ‘Apakah di perusahaan ini melanggar peraturan adalah hal yang biasa?’ maka para pewawancara akan merasa curiga kepada Anda.

Tanyakanlah pertanyaan yang tepat sehingga sebagai karyawan yang potensial sang pewawancara tidak perlu mengintip ke balik tirai karier Anda sehingga Anda jatuh dalam jebakan pertanyaan.

7. Tidak Jujur

Banyak orang berbohong untuk mengakali resumenya sehingga terlihat penuh kegiatan dan tidak ada waktu menganggur. Hal ini tentunya dapat dilacak oleh pihak perusahaan dengan jaringan yang mereka miliki.

Jangan coba-coba berdalih Anda salah ketik dalam membuat resume, yang seharusnya sudah keluar dari perusahaan sebelumnya 6 bulan yang lalu namun tertulis masih bekerja hingga sekarang.

Pewawancara tentu akan langsung menilai negatif terhadap diri Anda. Berbohonh pun dapat dilacak dengan mudah bagi para pewawancara yang dapat menilai gesture tubuh,

Tinggal menanyakan suatu hal yang spesifik dari resume yang Anda buat, kemudian jika penjelasan Anda meragukan atau terdengar mengada-ada, maka ucapkan selamat tinggal pada perusahaan tersebut.

8. Anda Tidak Cukup Impresif

Bagi Anda yang merasa memiliki kepribadian introvert, jangan takut terlebih dahulu. Jujurlah mengenai kepribadian Anda, banggalah dan biarkan para pewawancara menanyakan hal-hal yang kira-kira sesuai dengan Anda.

Misalnya, jika ditanya ‘Apa buku terakhir yang Anda baca?’ Jangan menolak menjelaskan dengan menjawab Anda tidak membaca buku.

Jika Anda sangat menginginkan pekerjaan ini dan pewawancara bertanya apakah Anda bersedia untuk mempelajari sesuatu yang sama sekali Anda belum pahami, jangan katakan tidak dan persiapkan diri Anda untuk menjadi pembelajar terbaik.

Menjadi impresif bukan sesuatu hal yang sangat sulit. Membuat resume yang menarik adalah salah satu caranya. Cara lainnya adalah membuat pembicaraan yang mengalir pada saat wawancara (misalnya berbicara dengan tidak tegang dan tidak kaku).

Itulah 7 penyebab yang dapat membuat seseorang gagal saat wawancara kerja. Jika Anda memang menginginkan suatu pekerjaan, ketahui atau riset terlebih dahulu seluk beluk perusahaan yang Anda incar, fokus tehadap keahlian-keahlian Anda, daripada fokus menghindari kegagalan wawancara. Semoga Anda sukses di wawancara berikutnya.

Mari berdiskusi lewat kolom di bawah ini :

Silahkan tinggalkan pesan

Alamat email Anda tidak akan terpublikasi.


*


Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.