Info peluang usaha, Bisnis Rumahan, Modal usaha, bisnis online dan Usaha kecil>

Strategi Segmentasi Pasar dan Manfaatnya Bagi Usaha

Salam Sukses. Melakukan segmentasi pasar (marketing segmentation) merupakan salah satu strategi pemasaran yang dilakukan dengan cara mengelompokkan pasar menjadi segmen-segmen tertentu untuk dijadikan target pemasaran. Dengan memilih kelompok pasar yang tepat, diharapkan kegiatan pemasaran dapat berjalan secara efektif dan efisien.

Menurut Morrison, Market segmentation is the division of the overall market for a service into groups with common characteristicsSedangkan menurut Kotler (1994) segmentasi pasar adalah “suatu proses untuk membagi pasar menjadi kelompok-kelompok konsumen yang lebih homogen, dimana tiap kelompok konsumen dapat dipillih sebagai target pasar untuk dicapai perusahaan melalui strategi bauran pemasarannya. (Baca juga : Mengenal Bauran Pemasara (Marketing Mix))

Bagi perusahaan, melakukan segmentasi pasar memiliki tujuan untuk mengelompokkan individu-individu yang memiliki kebutuhan, keinginan serta respon yang sama terhadap produk ataupun layanan yang ditawarkan perusahaan. Selain itu dengan melakukan segmentasi pasar perusahaan juga dapat merangsang pelanggan potensial agar bisa menjadi konsumen yang loyal terhadap produk yang ditawarkan. Dengan mengetahui secara pasti para pelanggan loyal dan spesifik inilah, pihak perusahaan dapat mengoptimalkan kegiatan pemasaran dan pelayanannya.

segmentasi pasar dalam usaha
Segmentasi pasar/Ilustrasi

Ada beberapa syarat yang bisa dijadikan sebagai acuan agar proses segmentasi pasar dapat berjalan secara efektif. Menurut Kotler, Bowen dan Makens, beberapa syarat tersebut diantaranya adalah :

  1. Measurable (dapat diukur), artinya segmen pasar yang dituju dapat diukur, baik jumlahnya maupun ciri dan sifatnya. Semakin akurat ukuran yang digunakan maka akan semakin mudah kegiatan pemasaran yang dilakukan perusahaan
  2. Accessible (dapat dijangkau), yaitu segmen pasar dapat dicapai / diakses sehingga perusahaan dapat dengan mudah mengarahkan usaha pemasarannya pada segmen tersebut. Kemudahan akses ini bisa berupa jarak tempuh yang dekat, kemudahan transportasi, luas wilayah yang dijadikan target dan lain-lain.
  3. Substantiable (cukup besar), yaitu segmen pasar yang dituju harus cukup besar,  karena dengan segmen pasar yang besar maka perusahaan akan memiliki peluang yang lebih besar  dan dapat memberi keuntungan lebih besar.
  4. Diferentiabel (dapat dibedakan), yaitu segmen pasar secara jelas dapat dibedakan dengan segmen lainnya. Menentukan perbedaan ini bisa dari jenis kelamin, status perkawinan, latar belakang pendidikan dan lain sebagainya.
  5. Actionable (dapat dilaksanakan), yaitu semua program pemasaran dan pelayanan perusahaan dapat dilaksanakan pada segmen pasar yang dituju.
  6. Profitable (dapat memberi keuntungan), yaitu bahwa segmen pasar yang dituju dapat memberikan keuntungan secara finansial buat perusahaan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Setelah syarat-syarat diatas dapat terpenuhi, segmentasi pasar dapat dilakukan dengan mengklasifikasikan setiap segmen berdasar beberapa variabel. Menurut  Kotler (1995), beberapa variabel yang bisa digunakan untuk mengklasifikasikan segmen pasar adalah sebagai berikut:

1. Segmentasi Pasar Berdasarkan Geografi

segmentasi pasar geografi
Melakukan segmentasi pasar secara geografis/Ilustrasi

Segmentasi Geografis merupakan salah satu strategi pengelompokan pasar berdasar letak ataupun wilayah geografis yang berbeda. Perbedaan ini bisa berdasaratas wilayah admisnistratif seperti desa/kelurahan, kecapamatan, kabupaten, provinsi dan negara, ataupun berdasarkan kondisi geografis tertentu seperti wilayah pegunungan, wilayah pesisir, masyarakat desa ataupun kota dan lain sebagainya.

Melakukan segmentasi pasar berdasarkan geografis merupakan pengelompokan pasar yang paling mudah dilakukan, karena orang yang tinggal di daerah tertentu biasanya akan memiliki karakter, kebutuhan dan keinginan yang hampir sama terhadap sebuah produk. Misalnya, sebuah produk pendingin ruangan (AC) akan lebih mudah dipasarkan di sebuah kota yang memiliki suhu udara panas daripada dipasarkan di daerah pegunungan yang dingin, pertunjukan musik Jazz akan lebih banyak penontonnya jika digelar di kota daripada di desa, dan lain sebagainya.

2. Segmentasi Demografi

segmentasi pasar demografi
Segmentasi pasar demografi/Ilustrasi

Segmentasi demografi merupakan salah satu cara mengelompokkan segmen pasar berdasarkan data-data demografi. Data-data tersebut biasanya berupa usia, jenis kelamin, jumlah keluarga, status perkawinan, tingkat penghasilan, pendidikan, jenis pekerjaan, pengalaman, agama, dan lain sebagainya.

Dengan melakukan segmentasi demografis, para pemasar dapat melakukan kegiatannya secara tepat dengan mempertimbangkan berbagai hal terkait data-data demografis tersebut. Misalnya, memasarkan produk anak-anak tentu akan berbeda cara pemasarannya dengan produk orang dewasa, memasarkan produk untuk pria akan berbeda strateginya dengan memasarkan produk untuk wanita, dan lain-lain.

3. Segmentasi Psikografi

Melakukan segmentasi psikografis berdasar status sosial
Melakukan segmentasi psikografis berdasar status sosial/Ilustrasi

Segmentsi psikografi merupakan pengelompokan segmen pasar berdasar pada Status sosial, gaya hidup dan kepribadian segmen yang dituju. Untuk mendapatkan data-data ini biasanya perusahaan memerlukan riset dan analisa secara intens karena dari waktu-kewaktu kondisi dapat berubah.

Adapun contoh segmentasi psikografis berdasar status sosial, misalnya perbedaan kelas sosial dimasyarakat golongan kelas elite, golongan kelas menengah, golongankelas menengah kebawah. Segmentasi psikografis berdasar gaya hidup bisa dibedakan berdasar gaya hidup modern, tradisional, boros, hemat, dan sebagainya. Sedangkan segmentasi psikografis berdasar kepribadian, misalnya pemarah, loyalis, feminis, humoris, dan lain-lain.

Profil psikografis salah satu segmen konsumen dapat dianggap sebagai gabungan berbagai kegiatan, minat, dan pendapat (Activities, Interests and Opinions (AIO)) konsumen yang dapat diukur. Dalam bentuk yang paling umum, studi psikografis AIO menggunakan serangkaian pernyataan (daftar pernyataan psikografis) yang dirancang untuk mengenali berbagai aspek yang relevan mengenai kepribadian, motif membeli, minat, sikap, kepercayaan, dan nilai-nilai konsumen.

4. Segmentasi Tingkah Laku

Segmentasi pasar Reaksi konsumen terhadap suatu produk
Reaksi konsumen terhadap suatu produk/Ilustrasi

Segmentasi tingkah laku merupakan salah satu strategi pengelompokkan segmen pasar berdasark pengetahuan, sikap, dan reaksi konsumen terhadap suatu produk. Dengan menggunakan variabel tingkah laku ini, perusahaan berarti telah melakukan sebuah langkah awal yang baik untuk membentuk segmen pasarnya.

Adapun beberapa indikator yang digunakan untuk mengukur segmentasi pasar berdasar tingkah laku biasanya terdiri dari : Manfaat yang dicari, Status Pengguna (baru-langganan), Tingkat Pemakaian, dan  Status Loyalitas.

Bagi perusahaan, melakukan segmentasi pasar bisa menjadi satu cara untuk melakukan pemasaran secara lebih efektif. Selain itu ada banyak manfaat yang dapat diperoleh dengan melakukan segmentasi pasar ini yakni:

  1. Perusahaan akan dapat mendeteksi secara dini dan tepat mengenai kecenderungan-kecenderungan dalam pasar yang senantiasa berubah.
  2. Dapat mendesign produk yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar.
  3. Dapat menentukan kampanye dan periklanan yang paling efektif.
  4. Dapat mengarahkan dana promosi yang tersedia melalui media yang tepat bagi segmen yang diperkirakan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
  5. Dapat digunakan untuk mengukur usaha promosi sesuai dengan masa atau periode-periode dimana reaksi pasar cukup besar.
  6. Dapat membedakan antara segmen yang satu dengan segmen lainnya.
  7. Dapat digunakan untuk mengetahui sifat masing-masing segmen.
  8. Dapat digunakan untuk mencari segmen mana yang potensinya paling besar.
  9. Dapat digunakan untuk memilih segmen mana yang akan dijadikan pasar sasaran.

Strategi segmentasi pasar ini hanyalah salah satu cara dalam strategi pemasaran, setelah melakukan segmentasi pasar perusahaan dapat melakukan targeting pasar dan posisioning produk di pasar yang ditargetkan. Selamat mencoba, semoga sukses.. (baca juga : Strategi Menentukan Target Pasar Secara Tepat)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*