Info peluang usaha, Bisnis Rumahan, Modal usaha, bisnis online dan Usaha kecil>


Sebelum Membeli Kamera DSLR Bekas, Pertimbangkan Hal-Hal Ini

Tips Memilih kamera DSLR

tips membeli kamera dslr
Penggunaan kamera DSLR Sesuai kebutuhan (Ilustrasi)/CC/PDPics

Membeli kamera DSLR bekas bisa dibilang gampang-gampang susah, mengingat hingga saat ini perkembangan kamera digital SLR begitu pesat, beragam merek hadir di pasaran, masing-masing merek kamera juga memiliki seri yang berbeda dengan harga yang berbeda pula, sehingga justru seringkali membingungkan pembeli baru untuk memilih.

Kamera DSLR (Digital Single Lens Reflex), memang diakuai memiliki kualitas yang lebih bagus daripada kamera poket biasa. Banyak orang berbondong-bondong beralih dari kamera poket biasa berganti membeli kamera DSLR meskipun bekas. Hal ini juga dipengaruhi oleh banyaknya variasi harga kamera DSLR yang ada, dari harga yang terjangkau dibawah lima jutaan, hingga puluhan juta, bahkan ratusan juta rupiah. Apapun mereknya, semakin mahal harganya bisa dipastikan akan semakin bagus kualitas kamera tersebut.

Dari sekian banyaknya merek dengan beragam seri kamera DSLR bekas yang ada, tentu membutuhkan berbagai pertimbangan untuk bisa memilih dengan tepat. Berikut ini kami sajikan beberapa hal yang bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan saat akan membeli kamera DSLR bekas:

1. Saat membeli kamera DSLR bekas, sesuaikan dengan kebutuhan.

tips membeli kamera dslr
Penggunaan kamera DSLR Sesuai kebutuhan /CC/PDPics

Kamera DSLR memiliki banyak jenis, baik dari merek maupun seri kamera. Dari sekian banyaknya pilihan ini pastikan saat membeli kamera DSLR telah disesuaikan dengan kebutuhan, karena dari setiap jenis kamera DSLR yang diproduksi biasanya sudah disesuaikan dengan peruntukannya. Ada kamera DSLR yang dibuat untuk pemula (newcomers), ada yang diproduksi untuk para penghobi fotografi (advanced) dan ada pula yang dibuat khusus untuk para fotografer profesional.

Secara sekilas memang bentuk kamera DSLR untuk pemula, penghobi ataupun profesional hampir sama, namun jika diteliti lebih jauh sebenarnya memiliki banyak perbedaan. Perbedaan itu bisa terletak pada fitur-fitur yang ada di body kamera, teknologi yang ada didalamnya, maupun seberapa kompleks cara penggunaanya.

Kamera DSLR untuk pemula (newcomers)

Kamera DSLR yang didesain untuk para pemula biasanya memiliki bentuk lebih praktis, semua fitur pengoperasian lebih mudah, memiliki banyak variasi warna pada body kamera, dan bobot biasanya lebih ringan sehingga nyaman untuk dipegang ataupun ditenteng kesana-kemari. Jika Anda tertarik untuk membeli kamera DSLR kelas ini, beberapa contohnya adalah produk Nikon seri D3200, D3100, D3000, dan D40, sedangkan untuk produk Canon bisa dipilih seri EOS 1100D, 650D, 600D, 550D, dan lain sebagainya.

Membeli kamera DSLR bekas untuk pemula ini harganya lebih murah jika dibanding dengan yang untuk penghoby atau pun kelas profesional. Kamera jenis ini sangat cocok jika hanya digunakan untuk keperluan dokumentasi sehari-hari yang tidak membutuhkan kualitas gambar terbaik.

Kamera DSLR untuk penghoby (Advanced)

Jika Anda ingin membeli kamera DSLR bekas yang dirancang untuk tingkat Advanced ini, didalamnya bisa dipastikan memiliki fitur-fitur yang lebih canggih daripada kamera untuk kelas pemula. Kamera ini memang dibuat untuk mereka yang telah paham dengan pengaturan dasar fotografi. Selain fitur-fitur yang ada didalamnyapu lebih canggih, kamera ini biasanya memiliki burst foto lebih cepat, bahkan beberapa kamera telah dilengkapi dengan sensor fullframe.

Kamera DSLR kelas ini sangat cocok bagi yang ingin menekuni hobi fotografi, beberapa orang juga memanfaatkan jenis kamera ini sebagai sarana untuk mendirikan usaha studio foto mini maupun jasa foto pernikahan. Beberapa contoh produk kamera di kelas ini misalnya kamera DSLR Canon seri EOS 70D, EOS 60D, EOS50D, EOS 40D dan juga EOS 7D. Sedangkan untuk merek Nikon bisa dipilih untuk seri D600, D300s, D300, D200, D100(Baca juga : Usaha Foto Pernikahan, Modal Minimal Hasil Maksimal)

Kamera DSLR Profesional

Kamera DSLR untuk para profesional merupakan kamera yang bisa dibilang paling bagus jika dibanding dengan kamera-kamera yang telah disebutkan diatas. Kamera untuk para profesional ini memiliki fitur yang lebih lengkap, teknologi lebih canggih dan tentu harganya juga lebih mahal.

Kamera DSLR jenis ini banyak digunakan oleh para fotografer profesional untuk berbagai keperluannya. Banyak para wartawan di media besar yang menggunakan kamera kelas ini, begitu pula studio fotografi, biro advertising, maupun fotografer lepas yang memang konsen di dunia fotografi.

Beberapa produk kamera yang masuk dalam katogori ini misalnya Canon EOS 5D dan 1D, sedangkan untuk produk Nikon seri D4, D3, D2, D1.

2. Cari informasi sebanyak-banyaknya tentang kamera

informasi kamera DSLR dari berbagai sumber
Mencari informasi kamera DSLR dari berbagai sumber, termasuk dari internet/
CC0/Public Domain

Mengetahui lebih banyak tentang kamera bisa menjadi satu langkah terbaik untuk bisa membeli kamera DSLR bekas secara tepat. Ada banyak sumber yang bisa digunakan untuk memperoleh beragam informasi mengenai kamera bekas, bisa melalui situs-situs fotografi di internet, membeli majalah fotografi, atau dengan bertanya pada para fotografer yang sudah berpengalaman menggeluti dunia fotografi.

Beberapa informasi tentang kamera yang harus dicari dan dipahami misalnya tentang kelebihan dan kekurangan dari masing-masing merek maupun seri kamera, berbagai fitur yang ada dalam kamera tersebut, dan kemudahan dalam mengoperasikan kamera DSLR bekas yang akan dipilih.

Mengikuti perkembangan rilis kamera terbaru juga bisa menjadi sebuah upaya untuk bisa membeli kamera DSLR bekas yang sesuai dengan kebutuhan. Hal ini perlu dilakukan karena perkembangan teknologi kamera digital sangat pesat, oleh karenanya usahakan untuk mendapatkan produk dengan teknologi yang terbaru dan terbaik. (Baca juga : Daftar Peralatan Fotografi Pernikahan)

3. Periksa fungsi fitur kamera

memeriksa semua fitur saat membeli kamera DSLR
Sebelum membeli kamera DSLR usahakan untuk memeriksa semua fitur/CC/Astrocog

Mempertimbangkan kelayakan fungsi pada berbagai fitur kamera perlu dilakukan saat akan membeli kamera DSLR bekas. Beberapa fitur penting yang perlu diperhatikan diantaranya adalah pixel kamera, jumlah shutter count, sensor kamera, kondisi lensa, body kamera, hotshoe, slot baterai dan memorycard.

Pixel kamera –  Gambar yang dihasilkan dari kamera digital itu terdiri dari kumpulan pixel warna yang terekam melalui sensor warna (CCD) kemudian dapat kita lihat pada LCD monitor. Beberapa masalah yang sering terjadi ketika membeli kamera DSLR bekas adalah adanya Dead-pixel, yakni tidak berfungsinya satu atau beberapa pixel karena tidak bisa menangkap cahaya lagi sehingga muncul bintik hitam pada foto.

Dead pixel ini bisa terjadi pada LCD kamera saja maupun pada sensor kamrea (CCD). Dead pixel yang hanya terjadi di LCD kamera biasanya hasil foto akan tetap normal, dan tak ada masalah jika dibeli. Namun jika dead pixel  terjadi di sensor kamera maka segera cari kamera yang lain. Hasil dead pixel yang terjadi pada sensor CCD biasanya akan terlihat di layar monitor ketika data sudah dipindah ke laptop ataupun saat dicetak.

shutter count – merupakan perkiraan jumlah jepretan yang sudah dilakukan oleh tombol shutter kamera. Jumlah shutter count ini dari setiap jenis kamera bisa berbeda-beda, untuk kamera kelas pemula biasanya memiliki shutter durability sekitar 50.000 kali jepret, sedangkan kamera profesional bisa lebih dari 100.000 kali.

Jika Anda membeli kamera DSLR bekas, semakin sedikit jumlah shutter count yang telah dipakai maka akan semakin baik. Untuk memeriksa sudah berapa banyak tombol shutter dijepretkan, bisa diperiksa dengan cara mengupload foto ke website: www.myshuttercount.com

Lensa Kamera – Salah satu kelebihan membeli kamera DSLR adalah kemampuannya untuk bisa bergonta-ganti lensa, untuk itulah pastikan kondisi lensa masih bersih (tidak berjamur, pada bagian uliran (mounting) lensa masih bagus, tidak cacat dan masih dapat bekerja dengan bagus. Baik itu yang ada pada body kamera atau pun pada lensa.

Sensor Kamera D-SLR – Memang kamera DSLR memiliki kelebihan bisa ganti lensa setiap saat, namun dari kelebihan ini juga mempunyai kekurangan, yakni mudahnya debu masuk pada sensor kamera yang mengakibatkan adanya bintik noda pada hasil foto, apalagi saat memotret dengan menggunakan diafragma bukaan kecil, noda akan terlihat semakin jelas.

Sensor kamera DSLR yang kotor oleh debu sebenarnya masih bisa dibersihkan dengan alat peniup debu, namun jika ada pilihan lain silahkan memilih yang kondisinya bersih. Cara mengetahuinya yaitu dengan melihat sensor secara langsung dengan membuka lensa, dan juga bisa dengan cara melihat hasil foto.

Body kamera – Meskipun hal sepele, body kamera bisa menjadi salah satu petunjuk untuk mengetahui kerusakan bagian dalam kamera. Periksalah bagian tubuh kamera secara seksama kalau-kalau ada bagian yang retak atau luka fisik lainnya yang timbul karena benturan, kamera jatuh, atau yang lainnya. Jika kamera pernah mengalami jatuh atau terkena benturan keras, maka perlu diwaspadai juga kerusakan yang mungkin terjadi di bagian dalam kamera.

Selain berupa cacat fisik karena benturan, pastikan juga semua tombol dapat berfungsi dengan baik, flash internal masih bisa menyala, hotshoe (slot untuk flash eksternal yang letaknya di bagian atas kamera) juga masih bisa bekerja dengan baik. Jangan lupa juga mengecek bagian slot baterai dan slot memorycard, pastikan kedua slot ini masih dalam kondisi bersih dan normal.

4. Kamera yang Anda beli memiliki service center yang dekat

membeli kamera DSLR yang memiliki service center terdekat
Belilah kamera DSLR yang memiliki service center terdekat/CCo/Skitterphoto

Membeli kamera DSLR bekas memang akan lebih beresiko daripada membeli kamera baru. Untuk itulah pertimbangkan juga untuk membeli kamera DSLR yang memiliki service center yang terdekat dan mudah dijangkau. Hal ini diperlukan jika suatu saat ada kerusakan pada kamera yang telah dibeli.

5. Sesuaikan dengan kondisi keuangan

Menetapkan harga layanan fotografi
Menyesuaikan dana yang ada/CC/Adam Cohn

Masalah harga memang sangat mempengaruhi kualitas kamera DSLR. Semakin mahal kamera yang ditawarkan biasanya kondisinya juga lebih baik dan tentu kualitas juga lebih baik. Untuk itu pastikan dulu kondisi kamera semua normal dan sesuai dengan dana yang tersedia.

Jangan tergesa-gesa untuk membeli kamera jika kondisi tidak mendesak, carilah berbagai perbandingan harga dulu dari setiap penjual kamera bekas.

6. Setialah pada pasangan

selalu setia pada pasangan kamera
Selalu setia pada pasangan kamera/CC0/Romi

Membeli kamera DSLR memang bisa dibilang sebagai salah satu sarana investasi. Selain dapat digunakan untuk dokumetasi pribadi, kamera DSLR juga bisa dijadikan sebagai sarana mencari uang misalnya dengan mendirikan studio foto maupun jasa panggilan dokumentasi acara. (Baca juga : Merintis Usaha Studio Foto? Jangan Lewatkan 7 Langkah ini)

Ketika membeli kamera DSLR bekas, usahakan untuk setia pada salah satu merek, karena biasanya dari masing-masing merek kamera akan memiliki pasangan lensa sendiri-sendiri. Untuk melakukan investasi peralatan jangka panjang, belilah lensa dengan kualitas terbaik, karena selain dapat menghasilkan gambar yang lebih bagus, dengan investasi lensa maka suatu saat ketika akan upgrade body kamera lensa lama masih bisa dipasang.

Selamat bekerja!!

Mari berdiskusi lewat kolom di bawah ini :

Silahkan tinggalkan pesan

Alamat email Anda tidak akan terpublikasi.


*


Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.