Info peluang usaha, Bisnis Rumahan, Modal usaha, bisnis online dan Usaha kecil>

Perburuan batu akik, antara keindahan dan klenik

Batu akik menjadi barang buruan. Sebagian orang mencari batu akik dengan alasan keindahan, namun tidak sedikit yang membeli batu akik karena klenik. Mereka memburu batu akik karena meyakini batu tersebut megandung kekuatan gaib.

Sujarwanto Rahmat M Arifin, seorang komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), misalnya, menggemari jenis batu mulia itu sejak empat tahun. Dia mempunyai penilaian sendiri tentang fenomena kegemaran masyarakat akan batu mulia.

Dikutip Liputan6.com, awalnya Sujarwanto mengira fenomena batu mulia ini sama halnya dengan fenomena batu Ponari. Konon, Ponari mendapat batu setelah disambar petir dan batu itu disebut bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Lalu, banyak orang berduyun-duyun datang ke Ponari untuk minta disembuhkan dengan batunya itu.

Batu merah delima
Batu merah delima

“Pada mulanya saya mengira bahwa fenomena kegemaran batu akik ini juga berkaitan dengan masalah klenik,” kata Sujarwanto.

Namun, kata Sujarwanto, fenomena sosial seperti yang terjadi pada kasus batu Ponari dapat disebut sebagai gejala Anomie, yaitu sebuah kondisi kekosongan atau kebingungan norma yang berakibat pada tindak-tindak yang “menyimpang”.

Soal fenomena batu mulia yang sedang naik daun ini, Sujarwanto melihat hal tersebut sesungguhnya merupakan geliat ekonomi rakyat hasil perubahan kondisi masyarakat di mana dulunya hanya memikirkan kebutuhan primer, kini mulai peduli dengan hobinya.

“Ini fenomena sosial ekonomi masyarakat di mana dampak kegemaran masyarakat akan batu akik berdampak pada bertambahnya perhatian pada potensi ekonomi dari batu akik itu,” kata dia.

Sujarwanto mengatakan bahwa importir-importir batu dari berbagai negara, seperti Taiwan, Tiongkok, Jepang, Korea, dan lain sebagainya sudah masuk langsung ke pelosok-pelosok Indonesia untuk membeli batu-batu, kemudian mengolahnya di negara mereka sendiri.

Tentang potensi batu mulia ini, tambah Sujarwanto, Pemerintah Daerah seharusnya memberi perhatian yang lebih besar sehingga apa yang ditawarkan daerah bukan lagi batu-batu mentah tapi yang sudah diolah sehingga memiliki nilai tambah dalam perdagangan.

Soal kaitan antara batu akik dan klenik, menurut Sujarwanto, tidak semua penggemar batu mulia percaya terhadap hal-hal klenik. Namun dia tidak membantah ada sebagian orang yang menyukai akik krena unur mistik atau klenik.

“Memang ada sebagian orang yang suka batu akik karena klenik. Ini tugas para pemuka agama untuk terus mengingatkan mereka,” jelas Sujarwanto.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*