X
    Categories: ide bisnis

Merintis Usaha Studio Foto? Jangan Lewatkan 7 Langkah ini

Merintis usaha studio foto bisa menjadi satu cara untuk membisniskan hobi, khususnya bagi mereka yang memiliki hobi fotografi. Usaha ini bisa dirintis mulai dari bisnis kecil-kecilan dengan peralatan secukupnya atau bisa juga dengan membuat usaha tingkat menengah maupun besar yang dilengkapi dengan berbagai peralatan fotografi canggih.

Memang, semakin besar usaha yang dirintis maka akan membutuhkan biaya yang lebih banyak, apalagi saat ini harga perlalatan dan perlengkapan fotografi dengan kualitas yang terbaik harganya juga tidak murah. Mulai dari peralatan pokok seperti kamera, aneka lampu, background foto, maupun biaya sewa tempat untuk merintis usaha studio foto.

Untuk merintis usaha studio foto, sebenarnya kebutuhan peralatannya juga hampir sama dengan kebutuhan ketika akan merintis usaha foto pernikahan. Perbedaannya hanya terletak pada kebutuhan sarana perlengkapan pemotretan yang lebih banyak dan juga jenis layanan yang akan dijalankan. Maka sudah sewajarnya jika mereka yang merintis usaha studio foto juga akan melayani jasa pemotretan untuk kebutuhan pernikahan. (baca juga : Usaha Foto Pernikahan, Modal Minimal Hasil Maksimal)

7 langkah strategis merintis usaha studio foto :

1. Menentukan jenis produk dan layanan studio foto

Menentukan jenis produk dan layanan fotografi sejak awal, menjadi salah satu hal penting dalam merintis usaha studio foto. Dengan adanya produk dan layanan yang telah ditentukan secara jelas, maka kita akan semakin mudah dalam melakukan berbagai aktivitas, khususnya promosi.

Merintis Usaha Studio Foto (ilustrasi)/CC BY/Louish Pixel

Untuk dapat menentukan jenis produk dan layanan secara tepat, bisa dilakukan dengan cara riset pasar terhadap target market dimana studio foto tersebut dirintis. Dari hasil riset pasar inilah akan bisa ditentukan produk dan layanan apa saja yang bisa dijalankan. (baca juga : Tips Agar Produk Baru Siap Bersaing di Pasaran)

Pada umumnya, seseorang merintis usaha studio foto dia sudah mempunyai gambaran tentang apa yang akan dikerjakan. Beberapa contoh layanan jasa di usaha studio foto ini misalnya jasa cetak foto, pemotretan pas foto untuk dokumen resmi, foto dokumentasi event, dokumentasi pernikahan, jasa foto prewedding, pembuatan foto produk, foto model, retouch foto, digital imaging, dan lain sebagainya.

Selain melayani jasa fotografi, biasanya beberapa studio foto juga akan menjual berbagai perlengkapan dan aksesoris fotografi, misalanya jual-beli kamera dan lensa second, menjual memorycard, tripod, lampu, album foto, pigura foto, dan lain-lain. Bahkan beberapa studio foto ada juga yang melayani jasa fotocopy dan penjilidan.

Tak hanya sebatas pada jenis produk dan layanan yang sudah disebutkan diatas, beberapa studio foto yang kreatif juga melayani produksi beberapa barang yang masih ada kaitannya dengan fotografi, misalnya pembuatan kartu nama yang ada fotonya, membuat kalender, mug, gantungan kunci dan lain-lain.

Adanya beraneka ragam produk yang ditawarkan ini seringkali digunakan untuk menembak pasar yang sama dengan varian produk yang berbeda.

Untuk dapat menentukan jenis produk dan layanan studio foto memang tidak mudah. Oleh karena itu harus disesuaikan dengan kondisi modal yang ada.

Tidak harus semua dilakukan dan dijual dalam studio foto, karena beberapa studio yang memiliki omset besar seringkali justru karena dia fokus pada salah satu atau beberapa produk layanan. Misalnya studio foto yang khusus melayani foto-foto produk, khusus melayani wedding, dan lain sebagainya.

Apapun jenis layanan dan produk yang akan dijual di pasaran, pastikan produk dan layanan tersebut adalah yang terbaik dan telah disesuaikan dengan target pasar yang dituju. (Baca juga : Strategi Menentukan Target Pasar Secara Tepat)

2. Menetapkan harga produk dan layanan

Hingga saat ini, harga masih menjadi satu hal yang sensitif dan sangat dipertimbangkan oleh konsumen dalam mengambil keputusannya untuk menggunakan produk dan layanan fotografi. Oleh karena itu ketika merintis usaha studio foto perlu mempertimbangkan secara dalam menentukan harga produk dan layanannya.

Menetapkan harga layanan fotografi sangat penting (Ilustrasi)/CC BY/Adam Cohn

Ada banyak cara untuk melakukan penetapan harga. Penetapan harga bisa dilakukan berdasarkan pendekatan biaya-biaya yang dikeluarkan, bisa berdasar besarnya kebutuhan atau permintaan konsumen, dan penentapan harga bisa dilakukan berdasar kuatnya persaingan usaha studio foto yang telah ada. (Baca juga : Strategi Penetapan Harga Produk Dalam Pemasaran)

Setelah harga-harga produk telah ditetapkan, usahakan untuk terbuka kepada konsumen dengan memajang daftar harga secara lengkap dan rinci. Daftar harga ini bisa dibuat dalam bentuk katalog, maupun papan pengumuman yang di tempel di area studio.

Selain dengan cara membuat daftar harga, bisa juga harga-harga produk yang akan dijual ditempel dengan label harga. Pemberian label harga ini bisa dilakukan pada berbagai barang misalnya frame foto, album foto, asesoris kamera, dan lain-lain.

3. Menentukan tempat usaha studio foto

Tempat memang menjadi salah satu yang penting dalam merintis usaha studio foto, hal ini berbeda dengan mereka yang hanya menyediakan jasa foto panggilan. Dalam membuat studio foto dibutuhkan beberapa ruang yang bisa digunakan untuk berbagai kegiatan usaha.

Contoh ruang pemotretan mini untuk foto produk /CC BY/Lionel Allorge

Beberapa ruang yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha studio foto ini misalanya ruang pemotretan (studio), ruang penyimpanan peralatan, ruang layanan, ruang pajang berbagai barang yang dijual, dan lain sebagainya.

Kebutuhan ruang dalam merintis usaha studio foto bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Semakin besar usaha yang dijalankan secara otomatis juga akan membutuhkan ruang yang lebih luas. Misalnya antara ruang pemotretan model dan pemotretan produk dipisahkan, di bagian depan ada ruang tunggu, tersedianya ruang ganti/berhias, maupun ruang-ruang kantor lainnya yang hanya diisi oleh beberapa staf maupun karyawan yang khusus mengurusi hal-hal administratif.

Bagi banyak pengusaha foto, tempat merupakan salah satu faktor penting untuk membentuk citra perusahaan di mata konsumen. Oleh karena itu dalam membuat stodio foto usahakan di-setting semenarik mungkin agar memiliki karakter yang kuat. Adapun tujuan dari membangun karakter studio foto ini tak lain adalah untuk membangun brand usaha agar mampu berbeda dengan studio foto lainnya. (baca juga : Branding Usaha, Ini Fungsinya Bagi Produk dan Usaha)

4. Melakukan promosi

Setelah produk dan layanan telah ditentukan, harga sudah ditetapkan, dan lokasi usaha sudah jelas, maka ketiga hal tersebut sudah bisa dijadikan sebagai bahan dan modal untuk melakukan promosi.

Melakukan promosi studio fotografi/CC BY/mkhmarketing

Dalam mlerintis usaha studio foto, melakukan promosi sejak awal bisa menjadi langkah yang strategis. Kegiatan promosi ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari hal-hal kecil misalnya dengan memberitahukan kepada saudara, teman, rekan kerja, atau dengan dengan melakukan promosi secara besar-besaran dengan menggunakan strategi bauran promosi (Promotion mix).

Promotion mix adalah berbagai perangkat komunikasi yang dirancang untuk berbagai kegiatan promosi. Adapun perangkat-perangkat yang masuk dalam bauran promosi ini diantaranya adalah periklanan (Advertising), promosi penjualan (Sales Promotion), Hubungan massa (Public Relation), Publisitas (Publisity), Penjualan perorangan (Personal selling), dan pemasaran langsung (Direct Selling). (Baca juga : Bauran Promosi (Promotion Mix) Dalam Pemasaran)

Dari banyaknya komponen yang ada dalam bauran pemasaran ini, dalam konteks merintis usaha studio foto dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan biaya promosi yang ada.

5. Menyiapkan peralatan yang digunakan

Disela-sela melakukan kegiatan promosi, satu hal yang tidak kalah penting adalah menyiapkan berbagai peralatan yang dibutuhkan dalam merintis usaha studio foto. Alat-alat ini bisa berupa peralatan untuk pemotretan, peralatan display, belanja barang-barang yang akan dijual, peralatan kantor, dan lain sebagainya.

Peralatan fotografi yang digunakan untuk membuat studio foto/CC0/Unsplash

Untuk mendirikan usaha studio foto mini, peralatan yang digunakan tidak harus tidak harus sekompleks peralatan yang digunakan studio foto besar. Untuk jaman sekarang untuk mendirikan usaha studio foto mini bisa hanya cukup menyediakan peralatan kamera DSLR, eksternal flash, tripod, background foto, reflektor payung, dan satu unit komputer untuk mengolah hasil pemotretan. Sedangkan untuk mencetak foto bisa menggunakan printer biasa atau mencetakkan hasil pemotretan ke studio foto yang lebih besar. (Baca juga : Daftar Peralatan Fotografi Pernikahan)

Kebutuhan peralatan untuk mendirikan usaha studio foto kecil memang sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan usaha studio foto besar. Perbedaan ini sangat terlihat pada jumlah dan merek peralatan yang digunakan. Bisa saja untuk belanja peralatan studio foto yang ideal akan menghabiskan biaya ratusan juta. Untuk itu, belilah peralatan sesuai dengan keperluan, target konsumen, dan kapasitas studio foto yang akan dijalankan.

6. Memiliki SDM yang terampil dan profesional

Merintis usaha studio foto agar lebih cepat berkembang sangat membutuhkan sumber daya manusia yang terampil dan profesional. Baik dia sebagai fotografer, editor foto, tim pemasaran maupun bagian administrasi kantor. Usaha yang didukung oleh sumberdaya yang mumpuni bisa dipastikan kelangsungan usaha bisa berjalan lebih baik jika dibandingkan dengan SDM yang apa adanya.

Membuat alur kerja yang jelas akan meningkatkan produktivitas/CC BY/ Public Domain

Untuk fotografer misalnya, setidaknya ia harus menguasai peralatan kamera yang digunakan, teknik pemotretan, pengaturan pencahayaan, dan kreatif. Sedangkan untuk editor foto, dia harus paham tentang pengolahan image foto menggunakan komputer, terampil menggunakan software digital imaging, memiliki kepekaan artistik cukup baik, kreatif, dan lain sebagainya.

Selain hal-hal teknis, memang kreativitas bisa menjadi salah satu modal besar untuk merintis usaha studio foto. Dengan kreativitas inilah produk-produk maupun layanan yang dihasilkan akan mempunyai ciri khas yang kuat dan mampu dibedakan dengan produk dan layanan pesaing.

7. Manajemen usaha yang baik

Berbicara tentang pengelolaan kerja, maka tak bisa dilepaskan dengan adanya fungsi manajemen. Adapun fungsi-fungsi manajemen yang dilakukan diantaranya adalah; perencanaan (Planing), pengorganisasian (Organizing), pelaksanaan (Actuating), dan pengawasan (Controlling). (Baca juga : Fungsi Manajemen Dalam Menjalankan Usaha)

(ilustrasi) /CC/Kike San Martin

Fungsi manajemen ini akan lebih baik jika dilakukan disetiap bagian/lini usaha studio foto. Misalnya saja untuk order pemotretan dokumentasi pernikahan, fotografer bisa melakukan keempat fungsi manajemen tadi sehingga semua bisa berjalan dengan lancar. Begitu juga bagian keuangan, bagian pemasaran, dan lain sebagianya. (Baca juga : Menjadi Fotografer Pernikahan? Ini yang Harus Dilakukan)

***

Bisa merintis usaha studio foto memang menjadi harapan banyak fotografer, jika Anda memiliki ketertarikan dengan usaha ini tak ada salahnya jika dimulai dari sekarang, mulai dari studio foto sederhana, mulai dari job-job kecil, namun harus dimulai dari niat yang besar… Semoga sukses.