X
    Categories: Produksi

Menjadi Fotografer Pernikahan? Ini yang Harus Dilakukan

Menjadi fotografer pernikahan memang ada banyak hal yang harus dipersiapkan dan dilakukan agar pekerjaan bisa berjalan dengan baik dan lancar. Tak hanya dalam hal teknis saja, namun juga non teknis. Apalagi bagi fotografer pernikahan yang baru pertama kali menerima job foto nikah, pemotretan saat acara resepsi pernikahan bisa menjadi sesuatu yang cukup menegangkan.

Ada banyak hal yang perlu dipersiapkan dan dilakukan oleh fotografer pernikahan agar proses pemotretan bisa berjalan lancar dan hasil foto bisa maksimal. Beberpa point penting yang harus diperhatikan misalnya terkait dengan persiapan peralatan, SDM yang akan dilibatkan, obyek foto dan berbagai gaya yang akan diambil, memahami lokasi pemotretan dan lain sebagainya.

Selain terkait dengan persiapan pemotretan, satu hal yang tidak kalah penting untuk dipikirkan adalah berbagai aktivitas yang akan dilakukan saat acara dilangsungkan. Misalnya setting kamera yang terbaik, pengaturan pencahayaan, mengelola file foto, sikap dan perilaku dalam pemotretan dan lain-lain. (baca juga : Usaha Foto Pernikahan, Modal Minimal Hasil Maksimal)

Contoh beberapa pose dalam pemotretan/ Jimboeng Photography

Berikut ini kami sajikan beberapa tips yang harus dilakukan oleh fotografer pernikahan saat menerima job dokumentasi wedding :

1. Mempersiapkan berbagai hal sebelum acara dimulai

Sebelum acara pernikahan dimulai, seorang fotografer pernikahan sudah selayaknya untuk mempersiapkan berbagai hal untuk proses pemotretan. Persiapan adalah kunci sukses agar semua dapat dipastikan bisa berjalan dengan lancar tanpa kendala. Persiapan untuk melakukan pemotretan akan lebih baik jika dilakukan dalam waktu 1-2 hari menjelang acara dilangsungkan.

Persiapan peralatan yang akan digunakan – Bagi seorang fotografer pernikahan, peralatan bisa diibaratkan sebagai senjata untuk maju ke medan perang. Untuk itulah persiapkan dengan baik berbagai peralatan yang akan digunakan, mulai dari kamera, flash, reflektor, batre, carger, payung reflektor dan lain sebagainya. (Baca juga : Daftar Peralatan Fotografi Pernikahan)

Periksalah masing-masing peralatan secara seksama, pastikan semua dalam kondisi normal sehingga dapat dipakai untuk sesi pemotretan. Sebisa mungkin gunakan dua kamera dengan lensa yang berbeda agar bisa bekerja lebih efisien. Pastikan juga batre kamera dan flash penuh dan memorycard benar-benar kosong. Akan lebih baik apabila masing-masing peralatan utama yang digunakan memiliki cadangan.

Siapkan sumber daya manusia – Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi baik buruknya sebuah karya. Peralatan sesederhana apapun jika dioperasikan oleh mereka yang memiliki keahlian, hasilnya bisa lebih bagus daripada peralatan canggih tapi dioperasikan oleh orang yang tidak menguasainya.

Begitu pula dalam dunia fotografi, sebagai seorang yang bekerja di dunia foto wedding sebisa mungkin mempersiapkan SDM yang cukup bisa menguasai berbagai peralatan fotografi. Pastikan fotografer pernikahan yang akan menlakukan pemotretan adalah orang yang kompeten, bisa menguasai peralatan dengan baik dan bisa mengambil berbagai moment secara tepat.

Dua fotografer pernikahan memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan moment tak terduga / Jimboeng Photography

Dalam melakukan pekerjaan pemotretan, meski seorang fotografer pernikahan bisa melakukan pekerjaanya sendiri namun akan lebih baik jika ia memiliki partner sebagai asisten maupun sebagai fotografer kedua. Dengan memiliki fotografer kedua ini biasanya hasil foto akan lebih variatif, satu orang dapat bekerja memotret pose-pose formal sedangkan yang lain bisa mengambil gambar dengan menangkap momen-momen penting  secara Candid.

Membuat daftar foto yang akan diambil – Bagi banyak fotografer pernikahan yang telah terbiasa melakukan pemotretan acara nikah, biasanya mereka telah memiliki semacam template atau perbendaharaan gaya dan pose yang akan mereka ambil saat bekerja. Untuk itulah pikirkan juga untuk membuat daftar foto yang akan diambil, misalnya mulai dari acara siraman, proses merias, akad nikah, foto keluarga, dan lain sebagainya.

Selain mempersiapkan template yang sudah ada, ada baiknya seorang fotografer pernikahan juga memberi kesempatan kepada kedua mempelai untuk berekspresi menurut cara mereka. Meminta kedua pasangan untuk menyiapkan berbagai pose unik bersama keluarga bisa menjadi dokumen pernikahan yang istimewa.

Moment ceria bersama keluarga / Jimboeng Photography

Membuat daftar foto bisa dilakukan oleh fotografer berdasarkan idenya sendiri dan/atau ditambah dengan harapan kedua pasangan. Untuk itulah perlu diketahui juga berapa banyak jumlah foto yang diinginkan, moment penting yang tidak boleh terlewatkan, hasil cetakan, penggunaan album foto, deal harga dan lain sebagainya.

Meninjau lokasi acara – Meninjau lokasi pernikahan sebelum acara dimulai bisa menjadi satu cara untuk lebih bisa menguasai keadaan saat memotret. Meski banyak juga fotografer pernikahan yang menganggap tak penting, namun hal ini sebenarnya sangat disarankan. Dari sinilah seorang fotografer bisa mengetahui posisi terbaik dalam memotret, meletakkan berbagai peralatan penunjang, memastikan kondisi pencahayaan, dan lain sebagainya. Banyak hal sebenarnya yang bisa diperoleh dari meninjau lokasi pernikahan, termasuk efisiensi waktu dan tenaga karena telah mengetahui rute lokasi secara tepat.

Mintalah koordinator pemotretan – Saat pemotretan di acara resepsi pernikahan, foto keluarga menjadi  salah satu menu wajib yang tak pernah ditinggalkan. Jika proses pemotretan anggota keluarga dari kedua mempelai tidak dipersiapkan sejak dini, bisa dipastikan kondisi agak sedikit gaduh tak teratur. Ada yang minta difoto duluan, antrean yang tak rapi, atau bahkan ada juga yang ogah-ogahan foto.

Untuk mengatasi kondisi yang gaduh tersebut, satu caya yang bisa dilakukan adalah meminta satu koorfinator pemotretan dari kedua mempelai untuk mempersiapkan siapa saja anggota keluarga, teman kerja, teman sekolah atau yang lain yang akan difoto. Dengan adanya koordinator ini, maka sesi pemotretan bisa dilakukan secara bergilir dan dapat dipanggil berurutan.

2. Gunakan teknis pemotretan yang aman dan praktis

Menjadi seorang fotografer pernikahan memang harus bisa bekerja secara efektif dan efisien namun tetap dapat menghasilkan karya foto yang terbaik. Untuk itulah perlu juga men-setting semua peralatan dengan baik agar dalam bekerja bisa maksimal. Ada banyak hal yang bisa dilakukan, misalanya penggunaan shutter speed tinggi, mematikan fitur suara, dan lain sebagainya.

Moment foto selfie pengantin / Jimboeng Photography

Matikan fitur suara kamera – Mematikan fitur suara pada kamera digital bisa dilakukan untuk tetap menjaga suasana pernikahan yang khidmat dan sakral. Suara “bib-bib” detektor fokus pada kamera seringkali justru bisa membuyarkan ekspresi natural pada kedua mempelai saat dilakukan pemotretan secara candid.

Menggunakan Shutter Speed tinggi – Untuk mendapatkan moment-moment penting yang bisa berlalu dengan cepat, usahakan untuk menggunakan shutter speed yang tinggi pada kamera. Hal ini sangat berguna agar hasil foto tidak kabur, lebih jelas dan tajam. Bahkan untuk mendapatkan moment terbaik kamera bisa diatur mode Continous brust.

Memaksimalkan fungsi flash – Penggunaan flash dalam pemotretan acara pernikahan bisa menjadi cara aman untuk dapat menghasilkan gambar foto yang tajam, apalagi jika shutter speed menggunakan kecepatan tinggi. Selain itu penggunaan flash juga bisa berfungsi ketika akan memotret obyek-obyek yang dalam posisi backlight, obyek akan tetap terlihat jelas meski latar belakang ada cahaya cukup terang.

Untuk menghasilkan hasil yang terbaik dalam menggunakan flash, akan lebih baik jika mengetes setiap potretan. Baik dengan cara menmakkan flash langsung pada objek, maupun dengan bounce (memantulkan cahaya). Melakukan bounce pada cahaya flash memiliki banyak keuntungan, selain cahaya bisa lebih lembut, cahaya juga bisa berpendar ke seluruh ruangan sehingga cahaya dalam foto lebih merata.

Obyek foto masih tampak jelas meski latar belakang ada cahaya terang /Jimboeng Photography

Pilihlah background foto secara tepat – Acara resepsi pernikahan memang sangat ramai, baik ramai karena tamu undangan yang banyak, hilir mudik pelayan katering, atau yang lainnya. Untuk bisa mengambil foto dengan baik usahakan untuk mempertimbangkan penggunaan background dengan tepat agar obyek yang difoto tetap menonjol.

Untuk mendapatkan background foto secara tepat selain bisa dilakukan dengan memilih tempat yang rapi, hal ini bisa dilakukan dengan cara menunggu moment yang benar-benar tepat atau dengan cara memperbesar diafragma kamera agar latar belakang bisa tampak lebih kabur. Namun untuk cara yang ketiga perlu hati-hati terhadap pengaturan lensa, jangan sampai salah fokus.

3. Memotret moment bergharga

Prioritaskan moment-moment penting – Dalam prosesi pernikahan terdapat banyak kegiatan yang dapat menguras tenaga, apalagi jika dalam acara pernikahan adat terkadang membutuhkan waktu cukup lama bahkan berhari-hari. Untuk itulah buatlah skala prioritas dalam pengambilan gambar berdasar daftar foto yang telah dibuat. Ada foto-foto yang WAJIB ada, dan ada juga foto-foto pelengkap untuk mendukung alur cerita prosesi pernikahan.

Jangan sepelekan hal-hal kecil – Sesuatu yang penting dalam fotografi tidak selamanya berupa obyek-obyek yang besar. Sebagai salah satu dokumen pernikahan ada banyak hal kecil yang sering kali luput dari perhatian, dan itu justru yang membawa kesan bagi kedua mempelai. Lengkapi stok foto yang diambil dengan berbagai pernak-pernik pernikahan yang ada, misalnya foto mas kawin, proses tata rias pengantin, souvenir unik, hantaran, dan lain sebagainya.

Jangan sepelekan hal-hal kecil saat memotret / Jimboeng Photography

Jangan takut ekplorasi pengambilan gambar – Membawa dua orang fotografer pernikahan untuk mendokumentasikan prosesi nikah memang akan lebih variatif hasilnya. Selain bisa mengambil gambar-gambar formal, dalam pemotretan salah satu fotografer bisa melakukan banyak eksplorasi pengambilan gambar. Foto-foto dengan gaya dan tampilan unik bisa disajikan untuk menyisipi foto-foto formal yang ada dalam album foto pernikahan.

membuat Foto-foto yang bisa dibilang non-formal ini dapat dibuat berdasarkan cara pengambilan gambar, pengaturan ruang tajam dengan gambar bokeh, atau gaya foto keluarga yang tidak kaku namun rileks, bahkan penuh canda.

Kreatif memanfaatkan momen dalam berbagai situasi – Situasi dan kondisi acara pernikahan terkadang bisa terjadi hal-hal yang diluar dugaan dan diluar rencana. Ada banyak kesalahan yang sering terjadi pada saat prosesi pernikahan berlangsung, seperti ketegangan dalam pengucapan lafal nikah yang tidak hafal, genteng bocor saat turun hujan di tengah acara resepsi, mobil pengantin mogok, atau yang lainnya.

Momen unik seperti ini memang akan menimbulkan kepanikan, namun sebagai fotografer pernikahan yang tanggap, momen seperti ini bisa menciptakan kenangan yg tidak terlupakan. Abadikan momen tersebut, untuk mendapatkan foto-foto lucu yg membuat kedua mempelai tertawa.

4. Perhatikan etika dalam memotret

Pernikahan merupakan salah satu proses yang sakral bagi banyak hidup seseorang. Meskipun fotografer pernikahan memiliki kewenangan untuk mengambil gambar secara bebas, namun harus tetap mampu menjaga etika, sikap, dan perilaku saat melakukan pemotretan. Jangan hanya karena ingin mendapatkan sudut pengambilan yang bagus lantas mengabaikan prosesi sakral yg harus tetap terjaga. Disinilah pentingnya meninjau lokasi pernikahan bagi seorang fotografer, posisi pemotretan bisa direncanakan sejak awal.

Fotografer pernikahan harus tetap menjaga kesakralan prosesi nikah / Jimboeng Photography

Timing memang segalanya bagi fotografer pernikahan, untuk itu dapatkan posisi paling tepat agar dapat mengambil momen penting tanpa harus mengganggu jalannya prosesi pernikahan. Bergeraklah secara cepat dan tepat agar foto-foto penting tidak terlewatkan.

Jadi pribadi yang humoris – Memecah kebekuan dan suasana tegang saat proses memotret bisa dilakukan dengan sedikit humor.  Dengan humor, fotografer pernikahan bisa menciptakan suasana lebih ceria sehingga kedua mempelai bisa tersenyum lebar. Meski humoris namun jangan over, semua harus disesuaikan dengan situasi yang ada.

5. Mengelola file foto dengan baik

Gunakan ukuran foto yang terbaik – Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, saat melakukan pemotretan gunakanlah jenis file foto yang terbaik, ukuran pixel tertinggi, lebih baik lagi menggunakan format RAW.  Dengan menggunakan file RAW, gambar dari sensor kamera akan lengsung dikirim ke memory card tanpa pengolahan dulu dalam kamera. Oleh karena itu dengan menggunakan file ini fotografer bisa menyesuaikan exposure dan white balance menggunakan software digital di komputer.

Backup foto pada beberapa media penyimpanan – Setelah proses pemotretan selesai, usahakan segera memindah file foto kedalam media penyimpan, misalnya kedalam hardisc eksternal dan laptop. Dengan menyimpan file foto ke dalam beberapa media penyimpanan, maka foto bisa lebih aman jika terjadi sesuatu pada kamera atau memorycard.

6. Sebagai fotografer pernikahan profesional, Kemaslah foto sebaik mungkin

Bagi fotografer pernikahan, mengemas foto dengan baik merupakan satu cara untuk menghargai karyanya sendiri melalui kemasan. Untuk itu dalam menyajikan karya kepada klien usahakan dengan tampilan sebaik mungkin. Dengan menyajikan kemasan yang terbaik, maka Anda bisa tenang dan klien bisa senang…