Info peluang usaha, Bisnis Rumahan, Modal usaha, bisnis online dan Usaha kecil>

Membuat Desain Kartu Nama Yang Baik

Membuat desain kartu nama merupakan sebuah proses awal dalam pembuatan kartu nama. Proses ini terdiri dari pemilihan materi, penentuan ukuran, penyusunan tata letak (layout) dari semua materi, hingga rancangan bahan baku yang digunakan. Bahan baku yang digunakan ini biasanya akan sangat berpengaruh pada kekuatan, kelenturan, tekstur dan juga daya tahan kartu nama. (Baca juga : Contoh Kartu Nama Keren Bahan Dari Logam)

Untuk membuat desain kartu nama yang baik memang harus dipikirkan secara matang, setiap elemen yang akan disusun dalam selembar kartu nama tersebut haruslah dapat memenuhi beberapa prinsip desain yang terdiri dari harmoni, proporsi, ritme, balance dan emhpasis.

Berikut kami jabarkan secara singkat tentang pronsip desain tersebut agar dalam membuat desain kartu nama bisa lebih baik.

1. Harmoni, adanya keselarasan antar elemen desain.

Harmoni merupakan keselarasan dalam penataan antara satu bagian dengan bagian lainnya dalam sebuah suatu karya. Bagian-bagian dalam kartu nama tersebut dapat berupa gambar (logo, foto) jenis huruf, warna, garis, bidang dan juga tekstur.

Desain kartu nama bisa dibilang harmoni atau tidak biasanya mudah ditemukan dalam hal penggunaan warna. Penggunaan warna yang terlalu kontras (berlawanan) akan terlihat tidak nyaman dipandang, pembacaan yang sulit, dan bahkan bisa merusak pandangan.

Contoh penggunaan warna dalam desain kartu nama
Contoh penggunaan warna dalam desain kartu nama

Adapun tips terbaik penggunaan warna dalam desain kartu nama adalah warna-warna dingin dipadukan dengan warna dingin (hijau, biru, ungu kebiruan, kuning kehijauan, dll), dan warna panas juga bisa dipadukan dengan warna panas (oranye, merah, kuning, jingga, dll). Jika terpaksanya harus menggabungkan warna panas dan dingin, hal ini bisa disiasati dengan cara memberi kontur warna hitam atau putih pada salah satu warna. (baca juga : Cara Membuat Kartu Nama Keren Dan Unik)

Merangkai keharmonisan dalam desain tak hanya masalah warna, penggunaan bidang-bidang dalam desain kartu nama juga harus tetap harmonis. Misalnya apabila logo berbentuk lingkaran, latar belakang grafis juga bisa menggunakan unsur-unsur lengkung maupun lingkaran.

contoh desain kartu nama yang harmoni, logo lingkaran background juga unsur lingkaran
contoh desain kartu nama yang harmoni, logo lingkaran background juga unsur lingkaran

Begitu pula dengan penggunaan jenis huruf, apabila logo dan latar belakang desain kartu nama memiliki unsur lingkaran dan lengkung, maka huruf yang digunakan juga lebih baik memiliki unsur lengkung bukan yang garis terlalu tegas.

2. Proporsi, atau kesebandingan antar elemen desain

Proporsi dalam sebuah desain sering diartikan sebagai hubungan perbandingan di setiap bagian karya. Hubungan kesebandingan ini dapat diciptakan antara elemen satu dengan elemen yang lain, elemen bidang/ruang dengan dimensi bidang/ruangnya, dan dimensi bidang/ruang itu sendiri. (baca juga : Ini Dia, Ukuran Kartu Nama Di Berbagai Negara)

contoh proporsi dalam desain kartu nama
contoh proporsi dalam desain kartu nama

Dalam desain grafis, semua elemen dapat berperan menentukan proporsi, misalnya bentuk huruf yang poporsional, tata letak yang proporsional, proporsi gambar foto, dan lain-lain. Proporsi yang tidak tepat biasanya akan terlihat aneh dan tidak nyaman dilihat.

3. Ritme, Adanya irama dalam desain kartu nama

Tak hanya dalam musik, dalam desain juga terdapat ritme atau irama. Irama ini bisa diciptakan karena adanya pengulangan pada setiap elemen desain yang ada, baik itu berupa bidang, ruang, garis, warna atau yang lainnya. Dengan adanya ritme ini sebuah desain dapat dirasakan adanya gerakan atau perpindahan dari unsur satu ke unsur lain.

Pengulangan bidang lengkung warna hijau yang mengikuti bentuk bidang kartu nama
Pengulangan bidang lengkung warna hijau yang mengikuti bentuk bidang kartu nama
Gerak dan pengulangan ini biasanya dapat mengajak mata mengikuti arah gerakan sehingga dapat menuju pada satu titik tertentu yang bisa menjadi pusat perhatian.

4. Balance, adanya keseimbangan antar elemen desain

Desain kartu nama yang baik memerlukan keseimbangan pada setiap unsur desain yang ada. Bentuk keseimbangan ini bisa berupa keseimbangan simetris yang terkesan formal maupun keseimbangan asimetris yang mampu menimbulkan terkesan dinamis.

Contoh keseimbangan simetris (gambar kiri), dan keseimbangan asimetris (gambar kanan)
Contoh keseimbangan simetris (gambar kiri), dan keseimbangan asimetris (gambar kanan)

Keseimbangan dapat dibentuk dengan mempertimbangkan berbagai faktor misalnya posisi setiap elemen, perpaduan antar elemen, besar kecilnya elemen, dan kehadiran lemen pada luasnya bidang. Keseimbangan dapat diciptakan dengan menempatkan dan menyusun setiap elemen yang ada sehingga bisa serasi.

5. Emphasis, Adanya penekanan di salah satu elemen

Hampir di semua desain kartu nama yang baik biasanya terdapat satu hal yang dibuat paling menonjol jika dibandingkan dengan elemen yang lain. Elemen yang menonjol ini bisa berupa logo perusahaan, foto, atau elemen apapun sehingga mudah dilihat dan dikenal.

Tujuan dari pemberian penekanan ini adalah untuk mengarahkan pandangan pada titik yang ditonjolkan. Untuk menciptakan emphasis ini biasanya dapat dicapai dengan memberi ukuran yang berbeda (bisa lebih besar), bentuk yang unik, dan juga dengan irama.

logo dan nama perusahaan sebagai pusat perhatian
logo dan nama perusahaan sebagai pusat perhatian

Secara umum, dalam membuat desain kartu nama antara elemen satu dengan lainnya dibuat prioritas yang berbeda, sehingga tidak semua elemen harus menonjol. Misalnya, prioritas utama nama usaha dan gambar logo, prioritas kedua nama orang, prioritas ketiga alamat, dan seterusnya. Memberikan penekanan pada salah satu elemen desain kartu nama ini dimaksudkan agar setiap elemen tidak memiliki kekuatan yang sama, sehingga informasi yang disampaikan jelas.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*