Info peluang usaha, Bisnis Rumahan, Modal usaha, bisnis online dan Usaha kecil>

Membuat Business Plan, Ini Caranya

Bagi seorang pengusaha, membuat Business Plan atau Rencana Bisnis menjadi salah satu hal yang penting untuk dilakukan. Selain dapat dijadikan sebagai panduan untuk menjalankan roda bisnis, proposal usaha ini juga bisa digunakan untuk menarik investor.

Business plan merupakan dokumen tertulis yang dibuat oleh wirausaha untuk menggambarkan berbagai hal mengenai perusahaan, terdiri dari semua unsur yang relevan baik internal maupun eksternal. Bisiness Plan biasanya dibuat oleh pengusaha saat memulai suatu bisnis atau dalam rangka mengembangkan bisnisnya.

Ada banyak tujuan dalam membuat business plan, salah satu yang terpenting dari pembuatan proposal bisnis ini adalah sebagai sarana untuk menjembatani ide dan kenyataan. Dengan membuat business plan maka pengusaha bisa memberikan sebuah gambaran nyata tentang apa yang hendak dilakukan dalam menjalankan roda usahanya. Dengan membuat business plan yang baik, biasanya akan lebih mudah untuk mendapatkan investor agar mau menanamkan modalnya dalam usaha yang didirikan.  (Baca juga : Membuat Rencana Bisnis Itu Penting, Ini Alasanya)

Ada banyak hal yang perlu diperhatikan dalam membuat business plan untuk bisa menarik investor agar bersedia menanamkan modalnya. Membuat business plan yang baik dibutuhkan kecermatan dalam menyusun berbagai elemen didalamnya, mulai dari pembuatan cover proposalnya, membuat rangkuman eksekutif, membuat profil perusahaan, dan berbagai analisis usahanya.

1. Jangan Sepelekan Halaman Depan

Membuat Business Plan yang baik (Ilustrasi)/CC/Foundry
Membuat rencana bisnis yang baik (Ilustrasi)/CC/Foundry

Jika Business Plan diibaratkan sebagai tubuh manusia, maka halaman sampul atau cover adalah sebuah wajah yang perlu dihias untuk mempercantik proposal bisnis. Di bagian halaman depan inilah pertama kali seseorang akan melihat baik-buruknya sebuah business plan. Untuk itulah buatlah desain sampul ini semenarik mungkin, cukup sederhana namun elegan untuk dipresentasikan pada orang-orang yang berkepentingan.

Halaman depan ini berisi berbagai informasi mengenai  judul proposal bisnis, nama usaha yang akan dijalankan, nama yang membuat proposal, dan alamat lengkap beserta kontak yang bisa dihubungi. (baca juga : Contoh Cover Proposal Keren Dan Unik)

2. Buatlah Daftar Isi untuk mempermudah pembacaan

Halaman Daftar isi dibuat untuk memberikan kemudahan pada pembaca tentang apa yang ada di dalam busnisess plan. Halam ini berisi tentang judul setiap bab, sub judul beserta nomor halaman business plan. Untuk membuat daftar isi yang baik usahakan memiliki alur yang jelas serta adanya kesesuaian antara isi business plan dengan daftar isinya.

3. Buat Rangkuman Eksekutif

Halaman rangkuman eksekutif berisi deskripsi singkat tentang bisnis yang akan dijalankan. Halaman ini sebisa mungkin dibuat secara singkat, padat, jelas, dan mampu meyakinkan pembacanya.

Rangkuman eksekutif pada business plan biasanya terdiri dari maksimal dua lembar. Meskipun hanya terdiri dari dua lembar, namun halaman ini menjadi halaman paling penting, karena dengan rangkuman eksekutif inilah pembaca dapat mengetahui garis besar dari keseluruhan business plan yang dibuat.

Adapun isi dari rangkuman eksekutif ini diantaranya memberi gambaran singkat tentang bisnis apa yang ingin dijalankan, inovasi yang telah dan akan dilakukan, potensi keuntungan, kapan bisnis tersebut akan dimulai dan dijalankan, dan lain-lain. Pada intinya, Rangkuman eksekutif ini berisi semua hal yang ada di dalam business plan, namun dibuat lebih singkat dan padat sehingga memudahkan pembaca untuk mengetahui semua isi proposal dalam waktu yang singkat.

4. Jelaskan Tentang Data Perusahaan

Setelah rangkuman eksekutif dibuat, langkah selanjutnya adalah membuat profil perusahaan yang berisi berbagai hal tentang perusahaan. Beberapa poin penting yang harus disampaikan lewat halaman profil ini diantaranya adalah :

Latar belakang usaha, berisi uraian singkat tentang berbagai alasan mengapa usaha ini harus ada, berbagai peluang yang ada, kondisi persaingan, fasilitas yang sudah dimiliki perusahaan, dan prospek jangka panjang tentang usaha.

Sejarah berdirinya perusahaan, berisi sejarah berdirinya perusahaan, mulai dari nama perusahaan, logo perusahaan, alamat usaha, kapan usaha dimulai, dimana, siapa saja yang merintis, rekam jejak dan prestasi-prestasi yang telah dicapai selama ini. Dengan memberikan semua riwayat prestasi yang sudah diraih ke dalam business plan, maka akan meningkatkan kepercayaan orang lain pada bisnis yang dirintis atupun dikembangkan.

Pihak yang bertanggung jawab, pada bagian ini berisi tentang profil dan biodata pengelola yang bertanggung jawab terhadap jalannya perusahaan. Selain itu juga berisi profil singkat siapa saja orang yang terlibat dalam menjalankan roda usaha ini.  Dalam halaman ini akan lebih baik jika dilampirkan struktur organisasi dan juga nama konsultan jika mengunakan.

Kondisi keuangan, berisi paparan singkat tentang kondisi keuangan perusahaan saat ini, utang piutang, bank, dan lain-lain

Produk atau jasa yang dihasilkan, berisi deskripsi singkat produk atau jasa yang dijual, manfaat produk bagi konsumen, persaingan bisnis yang ada, dan berbagai keunggulan produk dibanding dengan milik pesaing.

Penjelasan tentang usaha yang akan dijalankan, berisi tentang bentuk badan usaha, legalitas usaha, berbagai perijinan, dan bekerja sama dengan siapa saja.

Penjelasan tentang lokasi, berisi diskripsi singkat tentang lokasi usaha, status kepemilikan tempat usaha (sewa atau bangunan milik sendiri), luas lokasi usaha, kondisi lingkungan dan lain-lain. (Baca juga : Cara Jitu Membuat Profil Perusahaan Yang Bagus)

5. Analisa Produksi (production analysis)

Analisa produksi merupakan analisa mengenai berbagai hal yang terkait dengan proses produksi perusahaan. Pada halam ini dibahas secara tuntas mengenai peralatan produksi yang digunakan, proses produksi yang dilakukan, bahan baku yang digunakan, jumlah sumber daya manusia yang dibutuhkan, waktu yang diperlukan, hingga pengemasan produk yang akan dijual. (Baca juga : Membuat Kemasan Produk Itu Penting, Jangan Sepelekan)

Dengan adanya analisa produksi ini, pengusaha bisa melakukan penghitungan secara matang mengenai biaya produksi dan harga produk di pasaran. Semakin rinci data analisa produksi yang dibuat maka akan semakin baik, hal ini juga bertujuan untuk meminimalisir kegagalan saat proses produksi.

Menyajikan detil produk atau jasa sangat dibutuhkan pada halaman ini, jika perusahaan memproduksi barang atau jasa lebih dari satu, ada baiknya jika produk tersebut dijabarkan satu demi satu. Karena dengan menggunakan analisa produksi ini perusahaan harus dapat menjelaskan secara detail tentang definisi produk, bagaimana produk akan dibuat, perbandingan dengan produk pesaing, dan berbagai pertimbangan tahap produksi dan bahan baku, serta strategi pengembangan produk yang mungkin bisa dilakukan.

6. Analisa Pemasaran

Analisa pemasaran merupakan berbagai anlisa tentang kondisi pasar yang ada saat ini, strategi segmentasi pasar, target market, serta posisioning produk yang akan dibangun di benak konsumen. Dengan melakukan ketiga hal tadi, maka produk akan lebih mudah dipasarkan karena target konsumennya jelas. (Baca juga : Strategi Segmentasi Pasar dan Manfaatnya Bagi Usaha)

Dalam analisa pemasaran ini, pengusaha harus dapat menjelaskan secara rinci tentang siapa yang akan menjadi konsumen. Beberapa pengusaha yang membuat business plan biasanya mengacu pada bauran pemasaran (Marketing mix) dan Bauran promosi (Promotion mix). Jika dirunut, pada bab analisa pemasaran ini dapat dilihat seperti dibawah ini.

7. Analisa Manajemen Usaha

Analisa manajemen usaha disini berisi tentang berbagai strategi perusahaan yang terkait dengan sistem manajemen yang digunakan. Hal ini menyangkut tentang manajemen sumber daya manusia. manajemen produksi, manajemen pemasaran, manajemen keuangan, manajemen informasi, dan lain sebagainya. (Baca juga : 7 Macam Manajemen Usaha Yang Perlu Anda Tahu)

Di halaman analisa manajemen usaha ini, berbagai hal yang tidak kalah penting untuk disampaikan adalah mengenai bagaimana struktur manajemennya, struktur organisasi beserta rincian lengkap dari prinsip manajemen. (Baca juga : Ingin Wirausaha Sukses? Lakukan 14 Prinsip Manajemen Ini)

8. Analisa Keuangan usaha

Analisa keuangan usaha ini berisi mengenai laporan keuangan untuk mempermudah orang lain dalam menilai apakah usaha Anda layak untuk diberikan dana investasi atau tidak. Beberapa hal yang harus ada dalam analisa keuangan ini misalnya besarnya modal yang sudah dimiliki, laporan pemasukan dan pengeluaran (harian, bulanan, tahunan), laporan cash flow, laporan laba rugi, dan dana yang dibutuhkan untuk investasi usaha.

Dalam analisa keuangan usaha ini, pengusaha harus menyampaikan bagaimana kondisi keuangan perusahaan saat ini dan proyeksi keuangan di masa depan. Keterbukaan dan kejujuran menjadi sesuatu yang penting dalam membuat business plan, hal ini bertujuan untuk meyakinkan investor agar mau menanamkan modalnya ke perusahaan.

9. Lampiran-Lampiran Dalam Membuat Business Plan

Halaman lampiran ini bisa berisi tentang berbagai hal tambahan yang perlu disampaikan dan diketahui oleh para investor. Bentuknya bisa berupa bagan, infografis, foto, detail strategi marketing, dan lain sebagainya.

Dalam membuat business plan, semakin detail maka semakin baik sehingga para penanam modal yang akan lebih percaya dengan perusahaan. Dengan kepercayaan inilah maka akan lebih mudah mendapatkan investor.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*