Info peluang usaha, Bisnis Rumahan, Modal usaha, bisnis online dan Usaha kecil>

Karena Patah Hati, Joseph Phua Sukses Bisnis Jodoh Online

Siapa sangka kalau patah hati justru bisa menjadi sumber kesuksesan? Begitulah yang terjadi pada Joseph Phua, Ceo dan Founder Paktor. Patah hati tidak membuatnya sakit hati atau malah dendam. Berkat patah hati, ia menciptakan aplikasi yang mempertemukan lawan jenis yang masih sama-sama jomblo. Singkatnya, pemuda berbakat ini menciptakan aplikasi biro jodoh.

Lulus dari New York University’s Stern School of Business dalam bidang finansial menjadi modal dalam mengambangkan bisnisnya. Kisah cinta yang kandas seteah dijalin selama 8 tahun justru memberinya ide untuk menciptakan Paktor. Memulai perkenalan untuk hubungan yang baru menjadi masalah tersendiri untuknya.

“Saya merasa amat kesulitan saat memulai perkenalan atau hubungan dengan lawan jenis, setelah putus” paparnya.

Ia memulai menciptakan aplikasi jodoh online dengan mengamati berbagai situs dan aplikasi mobile yang dirancang untuk mempertemukan orang – orang baru. Namun, ternyata perbedaan kultur orang barat dan orang timur memberikan pengaruh yang cukup besar bagi situs dan aplikasinya saat itu.

“Orang Asia cenderung lebih pemalu dan takut untuk ditolak, bahkan di dunia maya. Hal ini tentunya sangat berbeda dengan orang Barat, sehingga situs dan aplikasi mobile yang ada pun terasa tidak cocok”.

Melihat kenyataan tersebut, pria bergelar MBA di Chicago’s Booth School of Business ini memutuskan untuk membuat aplikasi jodoh online yang cocok untuk kultur dan perilaku orang Asia. Awalnya ia ingin membantu dirinya sendiri untuk mempermudah berkenalan dengan lawan jenis. Diluar dugaan, aplikasi yang ia ciptakan justru menarik banyak peminat.

Paktor yang ia bangun kini sudah memiliki 2,5 juta pengguna di Singapura, Malaysia, Vietnam, Thailand, Taiwan, Hong kong, Korea, Jepang, India, dan Indonesia.

”Pengguna Paktor bisa menghabiskan waktu 13 jam dalam sebulan, untuk menggunakan berbagai fitur yang ada di dalam aplikasi mobile ini. Kami pun yakin bisa menjadi aplikasi mobil sosial yang terdepan di Asia” Jelasnya bangga.

Paktor telah masuk di Indonesia sejak Januari 2015 dan telah memiliki 500.000 pengguna. Menurut Joseph Phua, Indonesia merupakan pasar yang potensial dalam bidag paktor. Pengguna smartphone di Indonesia meningkat pesat. Selain itu, pola mikir masyarakat Indonesia mulai berubah, khususnya dalam hal berhubungan lawan jenis melalui perangkat mobile.

Joseph menyatakan bahwa penakanan faktor anonim membuat aplikasi ini sangat diminati masyarakat Asia.

“Lawan terberat kami saat ini adalah Tinder, namun kami sangat percaya diri untuk mampu menggungguli Tinder di wilayah Asia. Dalam aplikasi mobile ini, pengguna akan bisa saling memfollow apabila mereka saling suka. Apabila Anda tertolak, yang menolak pun tidak akan bisa melihat akun Anda. Faktor inilah yang membuat Paktor mampu mengungguli Tinder di wilayah Asia” tambahnya.

Ia mengakui bahwa Tinder merupakan inspirasi terbesarnya. Sayangnya, perbedaan kultur barat dan timur justru memberi celah untuknya. Aplikasi Tinder dirasa kurang pas untuk masyarakat Asia. Ia kemudian berfikir bahwa ia bisa menciptakan aplikasi mobile yang cocok dengan kultur dan perilaku orang Asia. Menurutnya, masyarakat Asia memerlukan aplikasi jodoh online yang tepat agar mudah menemukan pasangan yang tepat.

Cara menggunakan Paktor tidak berbeda dengan Tinder. Aplikasi ini menggunakan seleksi ketat terkait pertemanan di lingkungan pengguna melalui akun Facebook.

“Untuk dapat menggunakan akun di Paktor, pengguna setidaknya harus memiliki 50 teman di Facebook. Semua data pribadi yang ada Paktor diambil dari Facebook, mulai dari foto hingga data-data pribadi pengguna” tutur  Joseph seperti dikutip dari laman swa.co.id.

Menurutnya, pengguna aplikasi mobile seringkali menggunakan nama, data dan akun palsi. Penggunaan data Facebook dilakukan untuk mencegah hal tersebut.

“Kami juga mendapati bahwa kebanyakan pengguna lebih nyaman untuk berkenalan dengan orang-orang yang lingkungannya tidak jauh berbeda dari mereka. Pengambilan data ini juga dilakukan, dalam mencari pasangan yang tepat bagi pengguna, aplikasi mobile ini” tambahnya.

Sebelum menciptakan Paktor, Joseph Phua sempat bekerja di Mckinsey dan Cityggroup. Selain itu, ia juga menjalankan bisnis di Beijing dan Shanghai selama beberapa tahun. Kini, ia memiliki 2,5 pengguna. Saat ini ia fokus mengembangkan aktor baik pengguna maupun perluasan penggunaan aplikasi mobile ini.

Sumber & foto : Swa

Baca juga : Bisnis Online, Ada banyak Cara Untuk Mencari Uang Di Internet

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*