Info peluang usaha, Bisnis Rumahan, Modal usaha, bisnis online dan Usaha kecil>

Jangan Salah, Ini Aturan Dasar Menyeduh Kopi!

Aturan dasar menyeduh kopi tidak bisa diabaikan untuk menghasilkan kopi yang wow. Ingat, kadang Anda menyeduh kopi yang sama dengan alat yang sama hasilnya bisa berbeda karena menyalahi aturan. Namun, jika Anda mau bersusah payah sedikit, setiap hasil seduhan bisa menjadi rujukan untuk seduhan-seduhan kopi berikutnya.

Berikut ini 8 aturan dasar menyeduh kopi:

Alat Seduh

Metode menyeduh kopi dikategorikan dalam empat besar, yaitu boiling atau rebus, seperti turkish coffee pot, kemudian immersing/steeping (perendaman seperti french press, tubruk), pourover/drip atau kopi saring menggunakan alat khusus seperti Hario V60, Kalita Wave, Chemex, vietnamese drip, cold dripm.

Metode menyeduh kopi keempat adalah pressuring atau mengekstrak kopi dengan tekanan air khusus dari sumber-sumber yang bisa menghasilkan tekanan air, seperti mesin espresso, moka pot, percolator, siphon.

Kenali cara kerja masing-masing alat menyeduh kopi agar tidak salah dalam penyeduhan kopi. Misalnya, cara kerja french press adalah dengan menekan, bukan menyaring.

Kebersihan Alat Seduh

Aturan dasar kedua, jangan tergesa membicarakan rasio kopi dan air, cara menyeduh kopi, atau lainnya jika Anda belum bisa dan mau membersihkan alat seduh. Kebersihan alat-alat akan sangat berpengaruh terhadap hasil seduhan kopi.

Bersihkan Grindermu!

Masalah kesegaran biji kopi adalah persoalan yang sangat penting dalam aturan dasar menyeduh kopi. Bahkan tidak hanya biji kopi yang sudah disangrai itu harus dalam keadaan segar ketika digunakan, green bean pun jika tidak segar akan menimbulkan rasa yang kurang nikmat. Tidak peduli meski green bean tersebut merupakan hasil kompetisi Cup of Excellence.

Green bean yang kurang segar, yaitu yang disimpan lebih dari satu tahun atau dengan penyimpanan yang kurang baik, akan menimbulkan rasa apek. Kualitas rasa dan aroma menjadi menurun pada saat dikonsumsi, meski baru disangrai 1 minggu yang lalu.

Sementara itu, roasted bean yang sudah berusia 2 bulan dari tanggal penyangraian, ketidaksegarannya akan lebih terlihat pada saat diseduh. Dari segi visual, kopi yang tidak segar saat diseduh biasanya tidak atau kurang blooming jika dibandingkan freshly roasted bean. Itu aturan dasar ketiga menyeduh kopi.

Skala Giling Bubuk Kopi

menyeduh kopi dengan Burr Grinder

Ada anjuran yang sangat bijaksana dari penjual coffee grinder kepada calon pembelinya:“Gilinglah kopi Anda sesaat sebelum menyeduh kopi Anda.” Anjuran itu merupakan aturan dasar menyeduh kopi.

Biji kopi yang telah digiling membuka rongga permukaan, atau biasa disebut surface area, menjadi partikel lebih kecil dari biji kopi sebelumnya. Hal tersebut membuat aroma kopi menjadi lebih cepat hilang.

Sejak dari menit pertama kopi itu digiling, senyawa kopi yang berbentuk gas mulai menguap. Itulah alasan mengapa ketika kita menyeduh kopi yang sudah jadi bubuk dalam waktu lama, aroma dan rasanya akan berkurang.

Namun, untuk penyeduhan maksimal bukan hanya menggiling kopi sesaat sebelum diseduh yang harus kita cermati, kita juga harus menyesuaikan hasil gilingan kopi kita dengan waktu seduh yang kita inginkan.

Kenapa? Karena semakin halus kita menggiling kopi maka akan lebih cepat larut dengan air. Sementara itu, kopi seharusnya kita larutkan sekitar 1,5 – 2% saja dari kuantitas kopi yang kita siapkan, selebihnya adalah air yang akan memadukan rasa kopi yang kita inginkan. Ketika kita melarutkan kopi kurang atau lebih dari waktu yang semestinya, hasilnya boleh jadi jauh dari yang kita inginkan.

Waktu Seduh

Aturan dasar berikutnya adalah waktu seduh atau biasa disebut contact time. Waktu menyeduh kopi akan sangat berpengaruh dengan kepekatan kopi yang kita seduh: ada yang rasanya jadi cair atau lemah, ada pula yang rasanya jadi pekat dan kuat.

Alat seduh kopi jelas akan memengaruhi bagaimana kita menyesuaikan waktu seduhnya. Karena beda metode akan membutuhkan hasil giling berbeda yang menentukan waktu seduh.

Waktu untuk menyeduh kopi tercepat pada proses menyeduh kopi adalah espresso, sedangkan yang terlama untuk kopi panas adalah french press. Waktu seduh ini kita bisa teliti kembali untuk mengorelasikan kepada hasil seduhnya.

Meski hanya berbeda beberapa detik, hasil menyeduh kopi akan berbeda, walaupun dibuat dengan alat yang sama. Karena alasan sepeti itu kita butuh konsistensi untuk menentukan waktu seduh dengan alat yang sama. Contoh, waktu seduh espresso 20 sd. 35 detik, waktu seduh pourover/drip 2:30 sd. 3:30 menit, waktu seduh full immerse 3 sd. 5 menit, dan seterusnya.

Air dan Temperatur

Tidak teliti dalam penggunaan air maka yang akan terjadi adalah rusaknya rasa kopi yang telah kita seduh. Itu aturan dasar menyeduh kopi. Air jelas tidak boleh berbau dan tidak boleh keruh warnanya.

Di dalam protokol yang dikeluarkan badan-badan kopi dunia air diurai dengan berbagai parameter: hardness dan total dissolve solid, kadar pH, alkalinity, sodium, chlorine, dll. Parameter-parameter tersebut memang sulit dilihat dengan kasat mata atau dirasakan dengan lidah. Jika kita ingin mendapatkan hasil secara detail, maka kita harus melakukan uji lab atau menggunakan alat ukur yang dapat mengurai parameter itu.

Tetapi kita pastinya ingin tahu parameter tersebut secara manual atau sekadar pengetahuan awam saja. Jika masih sebatas pengetahuan awam kita bisa menggunakan indera penglihatan dan perasa, paling tidak cukup untuk mengetahui bau dan keruh air. Kita bisa melakukan percobaan, misalnya, mendiamkan air dalam satu gelas bening selama satu gelas.

Jika air itu tidak kotor, maka tidak akan ada sedimen di bawah gelas, dan jika air itu tidak berbau biasanya setelah mendidih air masih tetap beraroma fresh. Atau kita juga bisa mencoba air tersebut digunakan untuk menyeduh kopi.

Jika air yang kita gunakan itu bagus, maka air tersebut dapat mengeluarkan rasa dan aroma secara optimal. Sebaliknya, jika kurang baik akan menyebabkan rasa pahit atau rasa payau di cangkir kopi kita.

Mengenai suhu air, temperatur yang secara umum direkomendasikan berkisar antara 85°-96°C. Tetapi, perlu diingat bahwa kita juga harus melihat roast profile kopi tersebut. Jika semakin gelap roast profile-nya, maka akan semakin rentan terhadap panas air yang akan menyebabkan rasa pahit. Sebaliknya, jika temperatur air kurang panas, maka akan menyebabkan rasa kopi yang tidak optimal.

Rasio Kopi dan Air

Aturan dasar menyeduh kopi yang satu ini wajib hukumnya. Rasio antara air dan kopi merupakan hal penting. Rasio yang baik adalah 15-18 ml air per 1 gram bubuk kopi. Jika kopi terlalu pekat, maka akan menyebabkan rasa yang sangat pahit dan menghilangkan sebagian rasa yang ada. Jika kopi terlalu encer, maka akan membuat rasa dan aroma kopi tidak maksimal dan cenderung sangat ringan.

Atribut Rasa

Aturan menyeduh kopi berikutnya, ada baiknya sebelum menentukan parameter di atas, kita melakukan uji cita rasa atau biasa disebut cupping. Pada proses ini kita akan bisa mengetahui lebih jelas semua atribut rasa kopi yang ada di kopi tersebut.

Sehingga pada saat kita menyeduh kopi, kita sudah memiliki parameter rasa yang hendak kita dapatkan. Tanpa mengetahui tujuan rasa yang kita ingin cari, mustahil kita akan mencapai rasa yang maksimal.

Baca juga : Panduan Lengkap Membuat Kopi Hitam yang Nikmat

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*