Info peluang usaha, Bisnis Rumahan, Modal usaha, bisnis online dan Usaha kecil>

Ingin Merintis Usaha Rumahan, Ini Tahap-Tahapnya

Untuk menjadi pengusaha besar siapapun sebenarnya dapat melakukan. Langkah paling sederhana bisa dimulai dengan merintis usaha rumahan dengan modal kecil, kemudian dikembangkan modal tersebut sehingga usaha bisa tumbuh menjadi usaha yang besar. Tak sedikit pengusaha besar bisa sukses dimulai dari merintis usaha rumahan, meski awalnya terbilang sepele namun apabila dijalankan dengan sungguh-sungguh dan disiplin yang tinggi tentu cita-cita memiliki usaha yang besar akan bisa tercapai.

Merintis usaha rumahan agar dapat dijalankan dengan baik terntu harus melalui serangkaian proses dan tahapan yang terencana. Hal ini dimaksudkan agar usaha yang dijalankan juga dapat berjalan sesuai dengan tahapan dan target yang direncanakan. Anda sukses membuat rencana, berarti satu langkah telah sukses, namun apabila Anda gagal membuat rencana bisa jadi sesungguhnya Anda telah merencanakan kegagalan. Untuk itu jangan takut membuat rencana yang baik dan merencanakan kesuksesan Anda.

Salah satu hal yang sangat penting yang harus dipikirkan jika ingin merintis usaha rumahan adalah tentag produk. Produk ini bisa berupa barang yang bisa diperjual-belikan maupun berupa produk pelayanan jasa. Dari produk inilah yang akan bisa menjadi pondasi awal untuk pengembangan usaha rumahan. Agar pelaksanaan merintis usaha rumahan dapat berjalan dengan baik, perlu diperhatikan tahap-tahap pelaksanaan pengembangan produk. Jika mengutip dari pendapat Kotler (2002: 382), pengembangan produk bisa dibagi menjadi delapan tahapan yaitu :

1. Pemunculan Gagasan  (Idea Generation)

Bisa memunculkan ide bisnis atau gagasan untuk membuat produk merupakan langkah pertama yang harus ditempuh jika ingin merintis usaha rumahan. Gagasan tentang produk ini bisa berupa produk barang ataupun produk jasa yang bisa ditawarkan kepada konsumen.

Ada banyak cara untuk mendapatkan ide bisnis yang potensial, yaitu melalui brain storming, menghadiri berbagai pameran produk sehingga bisa melakukan analisa dan pengembangan produk yang sudah ada, maupun dengan cara riset pasar dimana kita dapat mengetahui secara langsung kebutuhan konsumen. (Baca juga : 7 Cara Ampuh Mendapatkan Ide Bisnis)

Ide bisnis yang baik tidak akan datang dengan serta-merta, oleh karena itu pencarian peluang produk baru harus dilakukan secara terus menerus dan sistematik, sehingga produk yang akan dibuat benar-benar memiliki pembeli yang jelas.

2. Penyaringan Gagasan (Idea Screening)

Dalam proses pencarian gagasan merintis usaha rumahan, biasanya akan muncul berbagai ide bisnis yang memiliki peluang untuk dilaksanakan. Agar pelaksanaan kedepan bisa lebih lancar sebaiknya fokus pada salah satu ide bisnis yang memang benar-benar potensial.

Tujuan penyaringan gagasan ini adalah untuk membuat skala prioritas dari banyaknya ide bisnis yang muncul, mencari dan menghilangkan gagasan buruk sedini mungkin, dan mengidentifikasi berbagai kekurangan dan kelebihan ide bisnis yang sudah ditemukan. Sekali lagi, pilih salah satu ide bisnis paling menarik dan potensial, karena Kita tidak akan pernah bisa mengejar dua kelinci sekaligus. (baca juga : Jangan Salah Pilih, Ini Ciri Peluang Bisnis Yang Bagus)

3 . Pengembangan dan Pengujian Konsep (Concept Development and Testing)

Setelah ide bisnis telah ditetapkan, langkah selanjutnya adalah mengembangkan ide tersebut menjadi sebuah konsep yang lebih matang, artinya konsep produk yang akan disajikan kepada konsumen sudah tersusun dengan baik. Setelah itu barulah menguji konsep produk tersebut kepada costumer, mengukur sikapnya, menguji ketertarikan dan minatnya. Pengujian ini bisa dilakukan dengan meminta calon konsumer untuk berinteraksi terhadap rencana produk dalam bentuk sketsa gambar ataupun deskripsi tertulis yang menggambarkan produk.

Dari pengujian konsep produk ini akan menghasilkan berbagai informasi penting yang dapat dikembangkan lagi pada produk. Dari sinilah keputusan final untuk membuat sebuah produk sudah didapatkan.

4. Pengembangan Strategi Pemasaran (Marketing Strategy Development)

Seteah produk dipastikan akan dibuat, langkah yang tidak kalah penting adalah pengembangan strategi pemasaran. Ada banyak sekali strategi pemasaran yang bisa diterapkan, salah satunya bisa dikembangkan dengan strategi marketing mix (Bauran pemasaran) yang terdiri dari Product, Price, Place dan Promotion. (baca juga : Mengenal Bauran Pemasaran (Marketing Mix))

Selain dengan strategi marketing mix, dalam memasarkan produk baru juga harus ditentukan pula segmen pasarnya, target marketnya dan juga posisioning produk. Dalan ilmu marketing ketiga hal tersebut sering disebut dengan segmentasi, targeting dan posisioning (STP).

Baca Juga :

Inti dari semua strategi pemasaran ini adalah untuk menjual produk ke pasar secara efektif dan efisien, yakni bagaimana produk baru dapat mencuri perhatian publik, memunculkan ketertarikan mereka, menumbuhkan minat yang tinggi kepada costumer sehingga mereka mau mengeluarkan uangnya untuk membeli produk yang telah dibuat. Target pemasaran ini bisa disusun sedemikian rupa sehingga mampu mendatangkan keuntungan yang hendak dicari pada jarak dekat, menengah maupun untuk jangka panjang.

5. Analisis Bisnis (Business Analysis)

Analisis Bisnis dalam merintis usaha rumahan juga tidak kalah penting dilakukan. Analisa usaha dan keuangan dilakukan untuk menguji kelayakan keuangan dan usaha dari konsep pengembangan produk baru yang akan diproduksi. Beberapa aspek yang dapat dianalisa diantaranya seperti proyeksi permintaan pasar,perkiraan biaya produksi dan peta persaingan di pasaran.

6. Pengembangan Produk (Product Development)

Dalam merintis usaha rumahan, pegusaha harus selalu berinovasi tiada henti, pengembangan produk bisa dilakukan dengan cara mengkonversi ide produk baru tersebut menjadi bentuk nyata dan dengan mengacu pada pola strategi pemasaran yang akan diterapkan. Dalam tahap ini produk bisa dikembangkan di berbagai atributnya, pengemasan produknya (packaging), pemilihan merek (brand), brand positioing, pengujian pada pengguna (usage testing), dan lain sebagainya.

7. Pengujian Pasar (Test Marketing )

Setelah produk dibuat, langkah selanjutnya adalah melakukan pengujian pasar. Langkah ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja produk dan efektivitas program pemasaran secara terbatas sebelum produk dijual ke pasaran secara masal. Melalui uji coba pemasaran ini, perusahaan dapat melakukan observasi perilaku pelanggan secara aktual sekaligus melihat reaksi pesaing di pasaran.

8. Komersialisasi (Commercialization )

Jika tujuh langkah diatas telah dilakukan, perusahaan sudah siap untuk mengenalkan produknya ke pasar yang ditargetkan secara full scale. Sejumlah aspek yang perlu dicermati dalam tahap commercialization adalah kecepatan penerimaan konsumen dan para distributor, intensitas distribusi (berapa banyak toko penyalur), kemampuan produksi, serta efektivitas promosi, strategi harga, dan reaksi persaingan.

Merintis usaha rumahan, meski masih dalam skala kecil memang akan lebih baik dilakukan perencanaan secara cermat dan matang. Apabila di perusahaan kecil tersebut seseorang dapat menjalankannya dengan baik, maka tidak menutup kemungkinan usaha kecil tersebut lambat laun akan mampu berkembang menjadi perusahaan yang besar. Selamat mencoba…

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*