Info peluang usaha, Bisnis Rumahan, Modal usaha, bisnis online dan Usaha kecil>

Ingin Memulai Bisnis Kedai Kopi, Begini Caranya!

Bisnis kedai kopi termasuk salah satu peluang usaha yang menjanjikan. Tak hanya menjanjikan, bisnis kedai kopi juga terhitung mudah dijalankan. Di wilayah perkotaan, kedai kopi terbukti mampu bersaing dengan bisnis minuman lain, seperti juice, es campur, susu segar ataupun lainnya. Bisnis kedai pun pun bisa dikembangkan dengan berbagai konsep dan format sesuai dengan pasar yang dibidik. Beberapa format tersebut antara lain kedai kopi untuk semua golongan, cafe book (cafe dengan fasilitas buku bacaan), cafe eksklusif untuk pengunjung tertentu, atau kafe gaul untuk kalangan muda.

Umumnya, kedai kopi yang ada adalah untuk semua kalangan. Selain peluang mendapatkan pelanggan lebih banyak, modal yang dibutuhkan untuk kedai kopi model ini juga lebih murah. Sekadar ilustrasi, modal awal untuk usaha kecil-kecilan membutuhkan sekitar Rp 4 juta sampai Rp 5 juta, kemudian untuk kategori sedang antara Rp 10 juta sampai Rp 15 juta.Usaha yang lebih besar tentu membutuhkan modal lebih besar lagi.

Bisnis kedai kopi kategori besar biasanya tidak hanya sebagai tempat untuk ngopi, tapi juga menyediakan beberapa fasilitas lain, seperti live music, hotspot area, atau televisi layar besar untuk menonton pertandingan bola.Fasilitas-fasilitas seperti itu memang bisa menjadi daya tarik pengunjung untuk kembali datang dan datang lagi.

Namun, di luar ukuran besar atau kecil usaha kedai kopi, ada beberapa hal yang harus diprhatikan untuk memulai bisnis kedai kopi, yaitu:

1. Modal awal usaha

Modal awal biasanya menjadi hal yang pertama yang harus diperhatikan dalam memulai usaha. Modal awal usaha bisa anda dapatkan dari modal anda sendiri (tabungan, simpanan), bekerja sama dengan teman, bisa juga dengan mencari pinjaman.

(Baca juga : Cari Modal Usaha? Ini 8 cara Mendapatkannya) 

2. Lokasi dan Konsep Kedai Kopi

Lokasi strategis ini misalnya di sekitar kampus, kawasan perkantoran, atau kawasan yang biasa untuk nongkrong. Selain itu, konsep kedai kopi yang unik dengan beragam menu perlu untuk diperhatikan. Ragam menu bukan hanya memperbanyak menu kopi, tapi juga melengkapinya dengan makanan pendamping sebagai teman minum kopi.

3. Promosi Kedai Kopi

Promosi melalui liflet, brosur, dan media baik media konvensioal maupun jejaring sosial leaflet bisa menjadi strategi pemasaran. Sesekali buatlah event khusus, seperti nonton bareng pertandingan sepak bola dan pentas musik atau lainnya.

Event-event kreatif yang unik dan menarik akan mudah diingat oleh pelanggan sehingga mereka selalu meluangkan waktu luang untuk datang untuk menikmati kopi di kedai kopi Anda. (Baca juga : 6 Langkah Membuat Program Promosi Penjualan)

4. Survey pasar dan konsumen kopi

Lakukan survey kecil-kecilan di beberapa kedai kopi untuk mencari tahu minat pelanggan serta kopi yang paling diminati, termasuk desain kedai, menu yang disajikan, pelayanan, dan harganya.

5. Sediakan menu andalan

Anda pasti sudah sering melihat waktu mampir ke suatu kafe atau restoran, pasti sebagian besar dari mereka punya menu andalannya masing-masing, terus Anda tertarik untuk memesannya karena selalu bikin penasaran. Nah sama, sebelum memulai usaha, sebaiknya Anda melakukan survey terlebih dahulu tentang menu yang beredar di pasar. Lalu, pilih dan buatlah menu yang belum banyak dijual disana untuk mengurangi tingkat persaingan. Anda bisa membuat produk andalan Anda sendiri. Tapi ingat, pilihlah yang sesuai dengan target pasar/konsumen.

Baca juga : Jenis-jenis Kopi Kelas Dunia, Dari Arabica Sampai Luwak

6. Perijinan usaha

Agar usaha Anda aman, selesaikan perijinan usaha. Ini enting. Jangan sampai saat kedai kopi Anda sudah memiliki banyak pelanggan tiba-tiba ditutup oleh pihak yang berwenang karena tidak memiliki ijin. Berikut ini perhitungan bisnis kedai kopi paling sederhana:

Modal Awal Sewa tempat Rp 5.000.000,00 Peralatan Rp 3.000.000,00 Alat pembuat kopi Rp 1.000.000,00 Lain-lain Rp 1.000.000,00 + Jumlah Rp 10.000.000

(Baca juga : 12 Macam Kelengkapan Izin Usaha Yang Perlu Anda Ketahui)

7. Pemasok alat dan bahan baku

Salah satu hal penting dalam menjalankan bisnis warung kopi itu adalah ketersediaan alat dan bahan baku. Anda setidaknya harus mempunyai pemasok tetap yang dapat memasok / menyediakan semua bahan baku produksinya setiap hari, karena itu sangat dianjurkan guna kelancaran proses produksi, serta peralatan yang dibutuhkan seperti mesin pembuat kopi.

Maka dari itu, sebelum memulai usaha, Anda harus survey terlebih dahulu dan mencari supplier-supplier bahan baku yang dibutuhkan, Anda bisa mencari informasinya di internet atau bisa tanya keluarga / teman yang mempunyai banyak relasi.

8. Perhitungan Laba Tiap Bulan

Pemasukan per hari Rp 2.000,00 per gelas x 60 Rp 20.000 x 30 R p 3.600.000,00 per bulan

Pengeluaran Tiap Bulan Biaya promosi Rp 200.000,00

Kopi dan penunjangnya Rp 1.000.000,00

Gaji karyawan @ Rp 500.000,00 x 2 Rp 1.000.000,00

Biaya listrik dan administrasi umum Rp 200.000,00 +

Jumlah Rp 2.400.000,00

Laba Bersih Tiap Bulan = Rp 3.600.000,00 – Rp 2.400.000,00 = Rp 1.200.000,00

Jangan lupa untuk selalu melakukan inovasi demi mengembangkan bisnis kedai kopi dengan memperbanyak variasi menu, sehingga pelanggan memiliki banyak pilihan.

 Jenis Pengolahan Kopi

Mungkin sebagian besar dari kita sudah tau, ada banyak cara dalam mengolah minuman kopi, dari cara yang tradisional sampai ke cara yang lebih modern dengan menggunakan teknologi. Pada awal jaman ditemukannya kopi pertama kali, kopi dikonsumsi dengan cara dimakan bersama lemak hewan dan anggur.

Nah, setelah kopi sampai di daratan Arab pengolahan kopi mulai berubah, pada saat itu orang-orang Arab mengkonsumsinya dengan cara merebusnya terlebih dahulu lalu diminum. Ada dua cara penyajian kopi yang umum dilakukan yaitu sebagai berikut:

  • Kopi Seduh, atau yang lebih dikenal dengan kopi tubruk, merupakan jenis pengolahan yang paling umum digunakan dalam mengolah minuman kopi. Cara membuat kopi tubruk sangatlah mudah dan semua orang dapat melakukannya, hanya dengan menuangkan bubuk kopi kedalam gelas lalu diseduh dengan air panas. Sisi negatif dalam membuat kopi tubruk adalah dengan ampasnya, dimana setelah kita olah tidak dapat langsung dikonsumsi dan harus menunggu sampai ampasnya turun. Tapi kopi tubruk juga dapat disajikan dengan gelas presser yang berguna untuk menyaring ampas kopi tersebut.

kopi seduh

  • Espresso Brewing, cara ini merupakan sebuah jenis pengolahan kopi menggunakan mesin bertekanan tinggi yang mengekstraksi kopi yang menghasilkan intisari kopi dan cream. Jenis pengolahan ini sering kita jumpai apabila kita datang ke sebuah cafe ataupun coffee shop dimana pengolahannya menggunakan mesin espresso. Espresso juga memiliki cita rasa serta kualitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan kopi tubruk dan tidak memiliki ampas. Tidak semua orang dapat mengoperasikan serta mengolah kopi dengan mesin espresso, harus memiliki keahlian jika ingin teknik pengolahan ini. Orang yang dapat mengoperasikan mesin espresso disebut sebagai Barista, tidak hanya sebagai sebutan Barista juga telah menjadi deskripsi pekerjaan pada zaman ini.

Espresso Brewing

Tanaman kopi mempunyai banyak varietas dengan tiga varietas yang kita kenal secara komersial pada umumnya, yaitu kopi Liberika, kopi Robusta, dan kopi Arabika. Nah, pada mulanya untuk membuat minuman kopi digunakan daun muda dan buah kopi segar yang langsung diseduh dengan air panas. Tapi kemudian ditemukan cara pengolahan kopi yang lebih sempurna, yaitu dengan mengeringkannya terlebih dahulu, disangrai, dan kemudian digiling sampai dihasilkan kopi bubuk.

1 Comment on Ingin Memulai Bisnis Kedai Kopi, Begini Caranya!

  1. kopi yang dibuat barista bisa dibilang lebih menguntungkan. Karena harga jual kopi nya cukup tinggi dibandingkan dengan kopi instan gitu yag hampir sama punya nilai jualnya dengan toko lain..

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*