Info peluang usaha, Bisnis Rumahan, Modal usaha, bisnis online dan Usaha kecil>

Cetak Kalender, Usaha Sampingan di Akhir Tahun

cetak kalender meja untuk instansi

cetak kalender meja untuk instansi
Contoh kalender meja/kompasiana.com

Cetak kalender bisa menjadi pilihan menarik sebagai usaha sampingan yang dilakukan disela-sela pekerjaan utama. Selain caranya juga mudah, bisnis yang bisa dilakukan tiap akhir tahun ini juga memiliki keuntungan yang menggiurkan, sehingga bisa meningkatkan pendapatan finansial selain dari gaji pokok yang sudah diterima.

Hingga saat ini kalender dalam bentuk cetak masih banyak dibutuhkan meski kalender digital telah ada disetiap komputer, laptop ataupun handphone. Menjalankan usaha sampingan membuat kalender bisa dilakukan dengan menembak pasar perkantoran, instansi pemerintah, sekolah, bahkan perusahaan. Peluang masih cukup besar karena banyak instansi maupun perusahaan yang memanfaatkan kalender cetak sebagai salah satu media promosi mereka, dengan hanya mencetak sekali, para pengusaha bisa berpromosi selama setahun. Selain sebagai media promosi kalender saat ini juga sudah menjadi satu bagian dari kebutuhan Alat Tulis Kantor.

cetak kalender meja untuk instansi
Contoh kalender meja/kompasiana.com

Ada banyak bentuk kalender yang bisa ditawarkan kepada calon konsumen jika Anda serius ingin menekuni usaha sampingan ini. Secara umum kalender yang biasa dibuat untuk instansi adalah kalender dinding, kalender meja, kalender stiker dan kalender timing. Dari masing-masing kalender tersebut bisa disesuaikan dengan kebutuhan para pemesan, bisa kalender tahunan (satu lember berisi 12 bulan), semesteran (satu lembar berisi 6 bulan), kalender caturwulan (satu lembar berisi 4 bulan), kalender triwulan (satu lembar berisi 3 bulan), kalender dua bulanan (satu lembar berisi 2 bulan) dan kalender bulanan dimana setiap satu lembar berisi satu bulan.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk memulai usaha sampingan cetak kalender ini adalah:

1. Menentukan target pasar yang akan dituju

Menjalankan usaha sampingan cetak kalender bisa dimulai dengan menentukan target pasar yang akan dituju. Ada banyak sekali calon konsumen potensial yang bisa “ditembak” di setiap wilayah, misalnya lembaga pendidikan mulai dari Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, SMP, SMU dan SMK, lembaga kursus, hingga Sekolah Tinggi dan Universitas.

Selain instansi pendidikan, target konsumen untuk usaha sampingan ini bisa berupa instansi pemerintah, mulai dari pemerintah tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota, dan juga provinsi. Disetiap instansi pemerintah ini juga bisa melakukan penawaran di masing-masing dinas dan lembaga pemerintah yang ada.

Menentukan target market untuk pembuatan kalender bisa dilakukan dengan berbagai cara, bisa ditentukan berdasarkan letak geografis, segmen ekonominya, dan lain sebagainya. Beberapa cara untuk melakukan segmentasi pasar dan menentukan target market telah dibahas dalam artikel sebelumnya yakni : Strategi Segmentasi Pasar dan Manfaatnya Bagi Usaha dan juga artikel Strategi Menentukan Target Pasar Secara Tepat)

2. Mencari desainer grafis

Setelah target pasar yang dituju telah ditentukan, langkah selanjutnya adalah mencari desainer grafis yang bisa membantu untuk mengatur layout kalender yang akan dibuat. Desainer grafis ini bisa ditemukan di biro-biro advertising, penyedia jasa percetakan, mereka yang mendirikan usaha desain, biro desain online, mahasiswa desain, dan lain sebagainya. Dari sekian banyak pilihan desainer, mintalah beberapa contoh karya yang pernah mereka buat sekaligus informasi harga desain yang mereka kerjakan.

Jika sudah menemukan desainer ini, ada baiknya Anda membuat beberapa contoh desain kalender yang bisa diaplikasikan untuk kalender meja, kalender dinding ataupun bentuk lainnya. Dengan memiliki sample kalender, Anda akan lebih mudah untuk melakukan penawaran ke berbagai instansi ataupun perusahaan yang dituju. (Baca juga : Ini Kalender 2016 Indonesia Yang Bisa Anda Cetak)

3. Mencari toko kertas

Untuk memulai usaha sampingan cetak kalender ada baiknya Anda sudah bisa menemukan toko kertas yang khusus menjual kertas-kertas untuk kebutuhan cetak. Toko kertas ini biasanya akan menjual berbagaimacam kertas kosong dengan berbagai ukuran,mulai dari ukuran Plano, hingga ukuran A4, bahkan ukuran kartu nama. (baca juga : Ukuran Kertas Standar Internasional Untuk Percetakan)

Ada banyak jenis kertas yang bisa digunakan untuk kalender, pada umumnya kertas yang digunakan untuk kalender adalah jenis kertas Art paper dengan berbagai macam ukuran gramasinya. Semakin tinggi gramasi suatu kertas biasanya akan semakin tebal pula. Pentingnya mengetahui berbagai macam jenis kertas ini adalah jika suatu saat pihak konsumen meminta bahan kertas yang diluar kebiasaan yang ada. (baca juga : Aneka Macam Jenis Kertas Dalam Percetakan)

Dari toko kertas ini buatlah daftar harga dari masing-masing jenis kertas, harga tiap ukuran dan gramasinya, serta berbagai potongan harga jika melakukan pembelian dalam jumlah yang banyak. Jangan lupa untuk meminta/membeli contoh kertas dari berbagai macam jenis dan gramasinya, tidak harus kertas berukuran besar, cukup ukuran A5 sudah bisa dijadikan sebagai sample untuk para calon klien.

4. Mencari percetakan

Ada banyak jenis mesin cetak yang bisa digunakan untuk mencetak kalender, oleh karena itu carilah percetakan yang dapat dijadikan partner dalam menjalankan usaha sampingan ini. Untuk bisa mencetak kalender pilihlah mesin percetakan yang mampu mencetak kertas ukuran minimal A3, karena kebanyakan kalender dicetak dengan ukuran A3+ bahkan ada yang membuat dengan ukuran A2.

Beberapa informasi yang diperlukan dari masing-masing percetakan diantaranya adalah tentang harga cetakan per 5oo lembar (/rim), contoh kualitas cetaknya, minimal order, minimal ukuran kertas yang bisa dicetak, jenis kertas yang bisa dicetak, lamanya proses cetak, dan juga finishing cetak.

Selain harga cetak, perlu diketahui juga berapa harga untuk membuat film/plat untuk cetak apabila memesan langsung pada percetakan tersebut. Film/plat ini adalah lembaran yang biasanya terbuat dari kertas ataupun alumunium untuk memindahkan cat ke permukaan kertas.

5. Mengajukan penawaran cetak kalender

Setelah target pasar dan berbagai sumber daya telah disiapkan, langkah selanjutnya adalah mengajukan penawaran pembuatan kalender kepada target konsumen. Dalam melakukan penawaran ini Anda bisa membuat surat penawaran dan proposal sederhana yang disertai beberapa contoh desain kalender.

Selain bisa dilakukan dengan mengajukan surat penawaran secara langsung, bisa juga Anda bekerja sama dengan teman atau saudara yang menjadi “orang dalam” di perusahaan ataupun instansi tersebut. Oleh karena itu menjalin relasi dengan banyak orang menjadi sesuatu yang penting jika Anda ingin melakukan usaha sampingan.

Ajukan penawaran cetak kalender pada banyak tempat, karena semakin banyak Anda mengajukan penawaran maka akan semakin besar pula peluang untuk diterima. Jangan lupa untuk menindaklanjuti penawaran yang telah Anda ajukan.

6. Membuat desain sesuai pesanan

Setelah penawaran diajukan dan ditindaklanjuti, apabila ada yang memesan kalender maka langkah selanjutnya adalah membuat desain kalender sesuai pesanan. Biasanya pihak pemesan menginginkan logo dan foto-foto kegiatan yang ada di instansinya bisa muncul di kalender. Untuk itu mintalah gambar logo dan foto-foto tersebut dengan ukuran yang besar agar hasil cetakan bisa maksimal.

Sebelum desain kalender masuk ke mesin percetakan, usahakan untuk berkonsultasi dahulu dengan pihak pemesan. Hal ini untuk meunjukkan contoh hasil akhir dan kalau saja akan ada revisi terhaddap beberapa elemen desain yang sudah dibuat. Selain sebagai ajang untuk merevisi desain, konsultasi ini juga berguna untuk menghindari kesalahan cetak.

7. Proses cetak

Proses cetak kalender sebenarnya hampir sama dengan proses mencetak undangan pernikahan ataupun saat mencetak media promosi lainnya. Setelah desain sudah jadi maka desain tersebut akan dibuat film, kemudian menyiapkan bahan kertas, dan selanjutnya bisa dicetak ke mesin offset.

8. Finishing cetak kalender

Proses cetak kalender dinding dan kalender meja pada dasarnya sama, perbedaannya biasanya terletak pada ukuran kalender dan finishingnya. Jika mencetak kalender meja biasanya ukuran kertas bisa lebih kecil namun lebih tebal, menggunakan finishing laminasi, dan penggunaan spiral yang lebih besar.

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat silahkan dibagikan melalui tombol di atas. Jangan enggan untuk berkomentar agar bisa saling belajar. Mari berjejaring dengan kami di Facebook


Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*