Info peluang usaha, Bisnis Rumahan, Modal usaha, bisnis online dan Usaha kecil>


Belajar Desain Komunikasi Visual? Ini Peluang Usahanya

desain komunikasi visual adalah ilmu komunikasi menggunakan bahasa visual
Ilustrasi / foto : pixabay.com

Desain komunikasi visual (DKV) atau yang populer dengan nama desain grafis merupakan salah satu ilmu yang mempelajari tentang seni berkomunikasi (arts of commmunication) melalui bahasa rupa (visual language). Desain Komunikasi Visual sangat erat kaitannya dengan bahasa visual, sehingga dalam aplikasinya seorang desainer dituntut untuk mampu menyampaikan pesan menggunakan berbagai tanda (signs), gambar (drawing), lambang, simbol, huruf (tipografi), ilustrasi dan warna yang kesemuanya berkaitan dengan indera penglihatan. Maka tak heran apabila banyak lembaga pendidikan tinggi yang memasukkan jurusan desain komunikasi visual di fakultas seni rupa.

Pada prinsipnya desain komunikasi visual merupakan sebuah perancangan untuk menyampaikan berbagai gagasan/ide/pesan kepada audien melalui berbagai bentuk visual yang komunikatif, efektif, dan efisien. Medianya bisa berbagai macam, mulai dari media dua dimensi maupun tiga dimensi, baik yang berupa media cetak, elektronik dan media alternatif lainnya.

Istilah desain komunikasi visual sendiri mulai dipakai sejak tahun 1979 silam, menggantikan istilah desain grafis. Sedangkan desain grafis sendiri diperkenalkan di Indonesia pada jaman belanda ketika mesin cetak pertama kali di datangkan ke pulau Jawa pada tahun 1659. Surat kabar yang pertama kali dicetak adalah De Bataviase Nouvelles terbit di Batavia pada tahun 1744, kemudian De Locomotief terbit pada tahun 1852 di Semarang dan Bataviassch Niewsblaad terbit di Batavia pada tahun 1885. Dunia persuratkabaran milik warga pribumi adalah Bromartani yang terbit di Surakarta pada tahun 1920-an. (Kartodirjo,1992:112-113).

Mesin cetak merk Faber dan Schleider yang diduga diimpor pertama kali di wilayah Hindia Belanda
Mesin cetak merk Faber & Schleider yang diduga diimpor pertama kali di wilayah Hindia Belanda / image: dgi.or.id

Seiring dengan semakin tingginya kebutuhan manusia yang semakin berkembang saat ini, karya-karya desain komunikasi visual juga semakin mudah ditemukan. Karya-karya tersebut dapat dilihat sejak bangun tidur hingga kembali tidur lagi, mulai dari foto atau poster yang terpajang dikamar, kemasan pasta gigi di kamar mandi, berbagai iklan komersial pinggir jalan, papan nama perkantoran, hingga berbagai desain kartu yang terselip dalam dompet kita.

Saat ini, desain komunikasi visual sendiri lebih banyak diidentikkan dengan dunia periklanan. Hal ini karena kebutuhan desain untuk mempromosikan berbagai produk ke masyarakat luas juga semakin meningkat. Apalagi teknologi semakin canggih, kebutuhan desain komunikasi visual tidak hanya terbatas pada kebutuhan cetak-mencetak saja, namun juga mengikuti perkembangan teknologi yang ada, mulai dari kebutuhan desain untuk situs-situs di internet, aplikasi, game, televisi, dan lain sebagainya.

Prospek Kerja Desain Komunikasi Visual

Belajar di Desain Komunikasi Visual telah menjadi tren anak muda jaman sekarang. Mereka selain bisa mengembangkan hobinya, juga bisa membisniskan apa yang mereka suka. Ada banyak pilihan untuk bisa kerja jika Anda menguasai salah satu bidang di Desain Komunikasi Visual ini, baik dengan sistem kerja Mandiri, mendirikan perusahaan, maupun ikut perusahaan orang lain.

Beberapa peluang kerja di desain komunikasi visual ini diantaranya adalah :

Sebagai Desainer, merupakan pekerjaan yang umum dilakukan oleh mereka yang telah belajar ilmu desain komunikasi visual. Adapun bidang pekerjaanya misalnya khusus mendesain logo, desain kaos, marchandise, berbagai media publikasi/iklan seperti brosur, poster, baliho, katalog, kartu nama dan lain sebagainya. (Baca Juga : Tips Kerja Sampingan Dengan Membuka Jasa Desain Grafis)

Ilustrator. Jika Anda memiliki kemampuan menggambar secara manual, tidak ada salahnya jika menekuni pekerjaan sebagai ilustrator. Pekerjaan ini biasanya banyak dibutuhkan oleh para penerbit maupun biro periklanan di Indonesia. Selain itu, ilustrator juga banyak dipakai oleh perusahaan perfilman untuk menggambar storybord.

Fotografer. Menekuni hobi memotret bisa menjadi pilihan menarik untuk dibisniskan, mulai dari melayani foto wedding, foto produk, foto model, maupun mendirikan studio foto untuk melayani berbagai kebutuhan fotografi masyarakat. (Baca juga : Merintis Usaha Studio Foto? Jangan Lewatkan 7 Langkah ini)

Komikus. Seperti halnya seorang ilustrator, seorang komikus juga membutuhkan keahlian dalam menggambar manual. Meski demikian, saat ini juga banyak komikus yang bekerja dalam tim yang mengkolaborasikan kemampuan manual dan digital. Karya-karya komik tersebut selain bisa dicetak dalam bentuk buku juga bisa didistribusikan melalui komik digital di berbagai situs komik.

Animator. Peluang kerja di dunia animasi saat ini semakin terbuka lebar, apalagi stasiun televisi juga semakin banyak, media penayangan juga bisa melalui media online seperti youtube. Bekerja sebagai animator akan lebih baik jika bekerja secara teamwork, pekerjaan bisa semakin ringan dan dapat mengkolaborasikan berbagai kemampuan bersama tim yang solid.

Videografer dan Filmmaker. Bagi Anda yang suka dengan dunia audio visual tak ada salahnya jika bekerja sebagai pembuat video ataupun film. Peluang kerja di bidang audio visual ini juga cukup luas, mulai dari membuat usaha video wedding, pembuatan profil, video klip, iklan televisi, maupun membuat film panjang yang bisa tayang di bioskop. (Kiat Sukses Usaha Rumahan Jasa Video Shooting)

Pengembang aplikasi, website, dan game. Kolaborasi antara desainer dan ahli IT tentu akan mampu melahirkan karya yang spektakuler. Saat ini banyak orang memperoleh kesuksesan dari bekerja sebagai pengembang aplikasi, website dan game.

Selain beberapa bidang pekerjaan yang telah disebutkan diatas, bagi orang yang mempelajari Desain Komunikasi Visual sebenarnya masih banyak peluang yang bisa dikerjakan. Kreativitas menjadi kunci…

Baca juga : Industri Kreatif, Memanfaatkan Kreativitas untuk Pengembangan Ekonomi

Mari berdiskusi lewat kolom di bawah ini :

Silahkan tinggalkan pesan

Alamat email Anda tidak akan terpublikasi.


*


Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.