Info peluang usaha, Bisnis Rumahan, Modal usaha, bisnis online dan Usaha kecil>

Aneka Bahan Sablon Dan Kegunaannya

Setelah sebelumnya telah dibahas Peralatan Cetak Sablon Lengkap Untuk Merintis Usaha, tentu tak akan lengkap jika tak membahas aneka bahan sablon yang bisa digunakan untuk membuat film dan juga untuk mencetak ke media sablon.

Bahan sablon, baik untuk membuat film ataupun untuk tinta cetaknya terdiri dari dua macam. Pertama bahan-bahan sablon yang berbasis air dan bahan sablon yang berbasis minyak. Untuk emulsi (obat afdruk) yang kuat terhadap air digunakan untuk penyablonan pada media yang menggunakan tinta berbasis air, misalnya untuk menyablon spanduk, kaos, bendera dan lain sebagainya. Sedangkan emulsi yang kuat terhadap minyak biasa digunakan untuk kebutuhan sablon yang menggunakan tinta berbasis minyak, seperti sablon plastik, mika, kertas dan lain-lain.

Beberapa bahan yang digunakan untuk mencetak diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Bahan Emulsi (Obat Afdruk)

Bahan emulsi atau yang sering disebut sebagai obat afdruk merupakan cairan kentar dari bahan kimia yang digunakan untuk melapisi screen printing. Dengan proses photokimia ini, sebagian lubang pori screen printing yang dilapisi akan tertutup oleh emulsi dan sebagian lainnya dibiarkan terbuka sehingga bisa menghasilkan lubang bergambar. Melalui pori-pori yang berlubang inilah tinta akan mengalir ke media sablon.

Obat Afdruk umumnya terdiri dari dua bahan cair yang harus dicampur, satunya berbentuk cairan kental (emulsion) yang berfungsi sebagai penutup pori dan satunya berupa cairan encer yang sering disebut kalium (sensitizer/SR) yang memiliki sifat peka cahaya. Apabila kedua bahan ini dicampur maka akan terjadi reaksi kimia berupa pengerasan pada lapisan emulsi jika terkena cahaya. Oleh karena itulah proses pencampuran dan pelapisan emulsi pada screen printing harus dilakukan di tempat gelap. (baca juga : Sablon Kaos, Ini Cara Dan Proses Pembuatannya)

Sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya, obat afdruk sablon ini terdiri dari 2 jenis yaitu emulsi yang kuat terhadap air dan emulsi yang kuat terhadap minyak. Untuk itulah jangan salah pilih ketika membeli emulsi ini saat berada di toko peralatan sablon. Tanyakan pada pelayannya, karena juga ada banyak merek yang dijual, masing-masing merek biasanya memiliki beberapa kelebihan dan kekurangannya.

2. Tinta Sablon

Tinta merupakan salah satu bahan sablon yang digunakan untuk menghasilkan citra visual pada media yang di sablon. Sama halnya dengan bahan emulsi, tinta juga terdiri dari dua jenis yakni tinta yang berbasis air (waterbase) dan tinta yang berbasis minyak (Solvent Base).

Tinta yang berbasis air banyak digunakan untuk penyablonan pada media yang memiliki daya serap tinggi terhadap cairan. Media-media tersebut misalanya segala sesuatu yang terbuat dari kain seperti spanduk, kaos, bendera, jaket, umbul-umbul, dan lain sebagainya. Berikut ini beberapa contoh jenis tinta sablon yang berbasis air:

  • Pigmen Warna, merupakan cairan yang digunakan untuk menghasilkan warna pada cetak sablon berbasis air. Ada banyak pilihan warna yang bisa digunakan, namun pigmen warna ini mudah sekali luntur terkena air sehingga membutuhkan bahan campuran lain seperti binder ataupun rubber sebagai penguat.
  • Rubber, merupakan sejenis tinta putih berbasis air yang digunakan untuk cetak sablon pada bahan kain seperti kaos. Karakteristik dari rubber ini sangat lentur seperti karet dan mampu menembus dan menutup pori kain. Tinta rubber yang bagus biasanya memiliki daya tutup pori kain yang tinggi, menghasilkan permukaan yang lembut dan elastis (tidak mudah retak). Tinta rubber ini biasanya juga banyak digunakan untuk cat dasar pada kain hitam sebelum diberi warna lain.
  • Transparant Rubber,  adalah tinta rubber yang bening/transparan. Jika tinta ini dicampur dengan pigmen warna maka dapat digunakan untuk sablon separasi, karena dari setiap lapisan warna dapat saling mempengaruhi dan bercampur sehingga menghasilkan gelap-terang gambar dan gradasi warna.
  • Medium (Extender) merupakan salah satu bahan sablon berupa tinta yang digunakan untuk bahan-bahan kain/kaos. Memiliki karakteristik bening dan halus bila disentuh sehingga hanya cocok untuk membuat sablon pada bidang kain yang berwarna terang. Tinta extender dapat menyerap dan menyatu ke pori – pori kain dengan baik sehingga bisa digunakan untuk sablon sparasi seperti transparant rubber.
  • Soft White, adalah tinta sablon yang digunakan untuk bahan kaos dengan karakteristik halus namun dapat diterapkan pada bahan berwarna gelap. Sesuai dengan namanya, tinta ini berwarna putih dan lembut.
  • Super White, merupakan jenis tinta sablon yang hampir sama dengan extender yang dapat menyatu dengan bahan, terdiri dari dua jenis yaitu putih dan warna. Kelemahan dari super white ini adalah tidak dapat menutup dengan rapat pori kain walau telah dilakukan penyablonan berkali-kali.
  • Foaming, merupakan salah satu jenis tinta yang memiliki karakteristik dapat mengembang bila terkena tekanan panas. Tinta ini banyak digunakan untuk menghasilkan efek timbul pada sablon kaos.

Tinta yang berbasis minyak (Solvent Base) banyak digunakan untuk menyablon berbagai media yang sulit menyerap cairan. Media-media yang tidak mudah menyerap cairan ini biasanya memiliki permukaan yang halus dan terbuat dari berbagai macam bahan seperti plastik, mika, akrilik, logam, kulit, dan lain sebagainya. Bahan-bahan yang tidak mudah menyerap cairan ini jika disablon dengan tinta yang berbasis air biasanya akan mudah mengelupas dan tidak tahan lama. (Baca Juga : Tips Usaha Sampingan Jasa Cetak Undangan Pernikahan)

Berikut ini beberapa tinta berbasis minyak yang sering digunakan dalam proses penyablonan :

  • Tinta PVC (Poly Vinyl Chloride), merupakan salah satu tinta berbasis minyak yang sangat populer digunakan untuk menyablon diatas bahan/media yang halus seperti mika, PVC, kulit, kayu, kertas, dan lain sebagainya. Bahan pengencer yang sekaligus sebagai pembersih tinta PVC ini biasanya menggunakan minyak M3. Sifat dari tinta ini tidak mudah kering di screen printing sehingga bisa digunakan untuk penyablonan dalam jumlah banyak sekaligus.
  • Tinta Polymate, merupakan salah satu jenis tinta untuk menyablon diatas bahan/media yang memiliki permukaan sangat halus dan tidak bisa menyerap cairan. Tinta jenis ini memiliki pengencer dan pembersih khusus yaitu minyak M4. Tinta Polymate sebenarnya hampir sama dengan PVC yang berbasis minyak, namun tinta ini memerlukan proses pengolahan dahulu sebelum digunakan karena sifatnya yang cepat kering diatas screen printing. Beberapa media yang sering disablon dengan tinta polynnate adalah bahan-bahan dari plastik dan mika.
  • Tinta Polytuff, merupakan tinta sablon yang mirip dengan tinta polymate, perbedaanya hanya terletak pada penggunaan bahan pengencer dan pembersihnya yang menggunakan therfin. Tinta ini banyak digunakan untuk menyablon karung plastik.
  • Tinta Nylon, merupakan tinta sablon yang digunakan untuk menyablon pada media kain yang memiliki daya serap rendah terhadap cairan, misalnya kain nylon atau kain jenis polyester. Tinta nylon ini menggunakan M3 sebagai pengencer dan pembersihnya. Untuk menghasilkan cetakan yang lebih kuat dan tahan lama biasanya juga bisa ditambah campuran catalyst sebagai  penguat.

Selain jenis-jenis tinta yang telah disebutkan diatas, sebenarnya masih banyak jenis-jenisnya yang beredar di pasaran. Apalagi semakin hari teknologi percetakan semakin berkembang pesat sehingga semakin banyak pula jenis tinta produk baru yang memiliki spesifikasi dan karakteristik khusus.

3. Bahan efek khusus pada sablon

Selain kedua jenis tinta diatas, dalam dunia cetak sablon juga terdapat beragam bahan yang berguna untuk membuat efek-efek khusus. Bahan-bahan ini banyak digunakan dalam penyablonan kaos yang biasa dijual di distro ataupun di supermarket. Beberapa bahan khusus ini misalnya :

  • Tinta Glow in the Dark, merupakan jenis tinta yang menghasilkan efek cahaya saat gelap. Tinta ini terdiri dari campuran serbuk fosfor yang mampu menyerap cahaya dan memendarkannya kembali dalam gelap dalam waktu tertentu. Tinta jenis ini hanya dapat menghasilkan efek yang baik diatas warna terang.
  • Tinta Discharge, merupakan jenis tinta sablon yang digunakan untuk menghilangkan pewarna pada kain. Dengan menyablon menggunakan tinta ini, hasil gambar akan memiliki efek khusus dimana gambar yang terbentuk adalah hasil menghilangkan warna pada kain.
  • Glitters, merupakan serbuk yang berwarna gemerlap untuk penyablonan pada kain. Ada berbagai macam warna yang tersedia di pasaran, warna-warna tersebut misalnya warna emas, metalic, rainbow, hologram, dan lain sebagainya. Untuk penggunaanya biasanya dicampur dengan lem glitters.
  • Elastic Binder, merupakan tinta berbasis air yang banyak digunakan untuk menyablon diatas kain yang berpori – pori kasar atau lentur. Binder ini memiliki karakteristik sangat lentur sehingga sangat cocok untuk penyablonan pada kain sweater, spandex, atau yang lainnya.
  • Plastisol, merupakan tinta berbasis minyak yang memiliki karakteristik tidak mudah kering di screen, memiliki daya tutup pada pori yang baik, dan dapat menghasilkan efek timbul jika dilakukan penyablonan dengan tebal. Tinta ini sangat baik apabila proses pengeringannya menggunakan mesin.
  • Foil Transfer, merupakan bahan sablon yang terdiri dari lem foil dan kertas foil untuk menghasilkan efek khusus seperti warna emas dan perak. Penggunaannya juga sederhana, yakni dengan menyablonkan lem foil kemudian ditempelkan potongan kertas foil ke atas lem yang sudah mengering, kemudia dilakukan heat press atau cold press untuk transfer efeknya.

4. Latek / Lem Kain (Lem Stiker)

Latek atau lem kain sangat dibutuhkan apabila Anda ingin melakukan proses sablon kaos yang disablon lebih dari satu warna. Dengan lem ini kain yang menempel pada triplek tidak akan mudah bergeser sehingga penyablonan banyak warna akan bisa tepat sesuai yang diinginkan. (Baca Juga : Merintis Usaha Rumahan Cetak Sablon)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*